Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Tak Puas Berkas Hampir P21, Tim Advokasi Aremania Siapkan Laporan Baru

Tak Puas Berkas Hampir P21, Tim Advokasi Aremania Siapkan Laporan Baru
Aremania saat melakukan aksi damai di depan Kejari Kota Malang. IDN Times/Alfi Ramadana
Share Article

Malang, IDN Times - Aremania dipastikan tak akan tinggal diam jika berkas perkara tragedi Kanjuruhan Malang dinyatakan P-21. Mereka akan mengambil langkah hukum lanjutan untuk mencari keadilan lantaran pasal yang dikenakan kepada para tersangka dinilai terlalu sederhana. Selain itu, jumlah tersangka juga menurut mereka seharusnya lebih dari enam orang.

1. Buka peluang ajukan laporan baru

Ratusan Aremania melakukan aksi di depan Kejari Kota Malang mendesak pengembalian berkas tragedi Kanjuruhan. IDN Times/Alfi Ramadana
Ratusan Aremania melakukan aksi di depan Kejari Kota Malang mendesak pengembalian berkas tragedi Kanjuruhan. IDN Times/Alfi Ramadana

Ketua Tim Advokasi Korban Tragedi Kanjuruhan (Tatak), Imam Hidayat menjelaskan bahwa jika nantinya JPU menganggap berkas perkara enam tersangka sudah lengkap, maka pihaknya bakal mengajukan tuntutan baru. Menurutnya laporan yang saat ini tengah diproses merupakan temuan kepolisian, bukan dari korban.

"Kalau memang nanti berkas perkara dianggap P21 dan tidak ada penambahan pasal, maka bisa saja kami akan membuat LP baru," ucapnya, Senin (31/10/2022).

2. Fokus pada proses yang sudah berjalan

Ratusan Aremania melakukan aksi di depan Kejari Kota Malang mendesak pengembalian berkas tragedi Kanjuruhan. IDN Times/Alfi Ramadana
Ratusan Aremania melakukan aksi di depan Kejari Kota Malang mendesak pengembalian berkas tragedi Kanjuruhan. IDN Times/Alfi Ramadana

Meskipun demikian, untuk saat ini pihaknya masih alan fokus pada proses hukum yang sudah berjalan. Imam menyebut bahwa pihaknya masih berupaya agar berkas perkara jangan sampai P-21 terlebih dahulu. Karena pihaknya merasa bahwa tragedi tersebut tak cukup hanya dengan enam tersangka saja. 

"Kami juga sudah menyampaikan surat  Kejagung, Menkopolhukam, Kapolri hingga presiden agar ada ketegasan," imbuhnya. Imam juga menambahkan bahwa untuk pasal yang digunakan juga dirasa belum sesuai. Pasal 359 dan 360 KUHP dinilai tidak sesuai dengan apa yang terjadi di lapangan. 

"Makanya kami minta P19 dulu agar bisa ada penambahan tersangka baru dan penambahan pasal 338 serta 340," tegasnya.

3. Sejauh ini baru ada enam orang jadi tersangka

Dirut PT LIB Akhmad Hadian Lukita (kanan) usai pemeriksaan di Mapolda Jatim, Rabu (12/10/2022). (IDN Times/Khusnul Hasana)
Dirut PT LIB Akhmad Hadian Lukita (kanan) usai pemeriksaan di Mapolda Jatim, Rabu (12/10/2022). (IDN Times/Khusnul Hasana)

Diberitakan sebelumnya, Kapolri menetapkan 6 orang tersangka dalam tragedi kanjuruhan. Mereka disangkakan pasal 359 dan 360 KHUP tentang kelalaian yang membuat nyawa seseorang melayang dan Pasal 103 ayat 1 Jo pasal 52 undang-undang nomor 11 Tahun 2022 tentang keolahragaan.

Keenam tersangka itu antara lain:

1. AHL, Dirut PT LIB yang dianggap tidak melakukan verifikasi atas stadion Kanjuruhan.

2. AH, Ketua Panpel pertandingan yang dinilai mengabaikan keamanan dengan mencetak tiket melebihi kapasitas.

3. SS, security officer yang memerintahkan stewards meninggalkan pintu stadion.

4. Wahyu SS, Kabagops Polres Malang, tidak melarang saat ada anggotanya menembakkan gas air mata. 

5. H, anggota Brimob Polda Jatim, memerintahkan penembakan gas air mata.

6. BSA, Kasat Samapta Polres Malang, memerintahkan penembakan gas air mata.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Alfi Ramadana
EditorAlfi Ramadana

Latest News Jawa Timur

See More

Raline Shah Ajak Keluarga Jelajahi Pesona Wisata Alam Banyuwangi

12 Jun 2026, 21:34 WIBNews