Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Tak Mau Cemari Lingkungan, MAS Olah Limbah Hewan Kurban Jadi Kompos

Kota Surabaya
Tak Mau Cemari Lingkungan, MAS Olah Limbah Hewan Kurban Jadi Kompos
Dok.IDN Times/Istimewa
Share Article

Surabaya, IDN Times - Masyarakat Surabaya khususnya yang tinggal di sekitar Masjid Nasional Al Akbar Surabaya tak perlu khawatir atas pencemaran lingkungan akibat pemotongan hewan kurban. Pasalnya, pengelola masjid memiliki teknis pengolahan limbah agar tidak mencemari lingkungan. Seperti apa?

  1. 1. MAS olah limbah pemotongan hewan kurban

    IDN Times/Fitria Madia
    IDN Times/Fitria Madia

    Sekretaris Badan Pengelola Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (MAS), Helmy Noor, menerangkan proses penyembelihan hingga pencacahan daging menghasilkan limbah seperti darah, kotoran hewan, dan organ dalam hewan yang tak terpakai. Biasanya benda-benda tersebut dibuang di tempat sampah pada umumnya atau bahkan dialirkan ke sungai.

    "Biasanya kan orang-orang dibuang ke sungai, itu kan kotorannya akan merusak lingkungan. Mengganggu ikan-ikan dan baunya gak sedap," terang Helmy ketika ditemui IDN Times seusai salat Id di MAS, Minggu (11/8).

  2. 2. Limbah diolah jadi kompos

    Dok.IDN Times/Istimewa
    Dok.IDN Times/Istimewa

    Untuk menghindari hal tersebut, pihak MAS akhirnya memutuskan untuk mengelola limbah hasil pemotongan hewan kurban. Limbah-limbah organik itu kemudian dikumpulkan dan dijadikan pupuk kompos.

    "Jadi kita punya lahan cukup besar ukurannya sekitar 14x8 meter. Di situlah akan digunakan tempat untuk membuang limbah yang kemudian dijadikan kompos," jelasnya.

  3. 3. Kompos untuk menyirami tanaman

    IDN Times/Fitria Madia
    IDN Times/Fitria Madia

    Setelah diolah di lahan tersebut, pihak pengelola MAS akan menggunakan kompos hasil limbah hewan kurban untuk menyirami tanaman di MAS. Selain menghindari pencemaran lingkungan, pengolahan limbah ini juga menghemat anggaran pembelian kompos.

    "Kompos itu fungsinya untuk menyirami tanaman di Al Akbar. Bahkan masyarakat dapat meminta hasil kompos itu. Sehingga tidak ada limbah kurban yang dibuang ke sungai apalagi ke selokan," imbuh Helmy.

  4. 4. Bungkus daging dengan besek bambu

    Dok.IDN Times/Istimewa
    Dok.IDN Times/Istimewa

    Tak hanya pengolahan limbah, pihaknya juga menggunakan besek bambu untuk menggantikan kantong plastik sebagai pembungkus daging saat didistribusikan. Dengan ini MAS tidak menambah jumlah sampah plastik yang susah terurai secara alami.

    "Kita total pakai besek, 3000 itu Insyaallah sudah maksimal. Karena tahun kemarin hanya 2400, tahun ini 3000 insyaallah mencukupi," pungkasnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More