Siswa di Surabaya Trauma Tak Mau Makan MBG Usai Keracunan

- Sebanyak 200 siswa dari 12 sekolah di Surabaya mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan bergizi gratis (MBG) pada Senin, 11 Mei 2026.
- Salah satu siswa, Cecilia (12), menceritakan bahwa menu MBG berupa nasi dan krengsengan daging terasa aneh seperti beraroma obat sebelum ia muntah dan dibawa ke rumah sakit.
- Setelah kejadian tersebut, banyak siswa termasuk Cecilia merasa trauma dan enggan kembali mengonsumsi program makanan bergizi gratis karena pengalaman buruk yang dialami.
Surabaya, IDN Times - Siswa di Surabaya mengaku trauma tak mau lagi makan Makanan Bergizi Gratis (MBG) usai mengalami keracunan Senin (11/5/2026). Setidaknya ada 200 siswa dari 12 sekolah di Surabaya yang mengalami muntah setalah makan makanan MBG.
Salah satu siswa, Cecilia (12) mengaku, sebelum mengalami keracunan dia merasa senang saat mengetahui menu makanan pagi tadi adalah nasi dengan lauk krengsengan daging. Sebab, selama ini menu yang dia terima tak lepas dari olahan telur. "Istirahat jam 9, terus saya lihat itu kan (menu MBG) krengsengan, kan pas enak, ada teman saya yang gak mau dagingnya, saya makan sedikit," katanya.
Cecilia pun memakan porsi MBG miliknya dan temannya. Tetapi, ia merasa rasanya tidak enak dan seperti ada aroma obat. "Saya makan sedikit aja sama daging saya. Rasanya kok kayak gini ada obat-obatnya gitu," katanya.
Tak lama, dia pun muntah-muntah. Beberapa teman kelasnya juga mengalami hal serupa. Sejumlah dokter kemudian datang untuk menangani kasus ini. "Habis itu ada dokter dari Puskesmas Asemrowo sama Tembok ke sana. Terus saya dikasih obat itu tapi saya enggak mempan," kata dia.
Cecilia merasa tubuhnya lemas. Ia kemudian dibawa ke RSIA IBI untuk mendapat penanganan. "Ini saya tadi di infus," terang dia.
Usai peristiwa ini Cecilia mengaku enggan makan MBG. Terlebih, makanan MBG yang ia terima tak pernah enak. "Gak, gak mau lagi, karena menu MBG nya gak enak semua," pungkas dia.














