Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Setelah Polemik Rektor, UINSA Kini Lantik Tiga Warek
Pelantikan Tiga Wakil Rektor UINSA. (Dok. UINSA)
  • UINSA Surabaya melantik tiga wakil rektor baru pada 28 Oktober 2026, setelah Prof. Masdar Hilmy dilantik sebagai rektor pada 15 Oktober 2026.

  • Ahmad Zaini menangani akademik dan kelembagaan, Ali Mustofa mengelola administrasi, perencanaan, serta keuangan, sedangkan Muhammad Saiful Bahar membidangi kemahasiswaan dan kerja sama.

  • Rektor meminta pimpinan baru memperkuat soliditas kampus, mengejar posisi Top 3 PTKIN, mempercepat pemeringkatan global, dan mengoptimalkan digitalisasi untuk pembelajaran serta publikasi prestasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Setelah polemik pemilihan rektor selesai dan Prof. Dr. Masdar Hilmy, S.Ag., M.A., Ph.D dilantik menjadi Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya pada 15 Oktober 2026 lalu, UINSA kini memiliki tiga wakil rektor baru. Ketiganya dilantik hari ini, Rabu (28/10/2026).

Tiga Warek itu yakni Prof. Dr. Ahmad Zaini, M.A., selaku Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan; Dr. Ali Mustofa, M.Pd., selaku Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan; serta Dr. Muhammad Saiful Bahar selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama.

Rektor UINSA, Prof. Masdar Hilmy, S.Ag., M.A., Ph.D mengatakan, menegaskan bahwa jabatan yang saat ini diemban merupakan bentuk panggilan lembaga untuk mengabdikan diri demi kemaslahatan UINSA Surabaya. Berbagai tantangan internal, eksternal, global, hingga digital pun menanti untuk segera direspon secara bermartabat, baik, dan bertanggung jawab.

“Saya yakin seyakin-yakinnya panjenengan terlantik, dengan modalitas yang panjenengan miliki, pengalaman yang panjenengan miliki, saya yakin bisa mengemban amanah ini,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa, dalam tantangan internal, soliditas dan kohesi sosial warga kampus harus tetap menjadi prioritas. Segala kepentingan pribadi tidak boleh menjadi kompas di dalam pengambilan kebijakan di kampus ini.

“Kita bekerja dalam rumah bersama, rumah besar yang bernama UIN Sunan Ampel Surabaya. Di dalamnya terdapat banyak sekali karakter manusia. Saya yakin posisi panjenengan semuanya ini berada pada posisi agar bisa merekatkan kohesi sosial bagi keluarga besar UIN Sunan Ampel Surabaya,” imbuhnya.

Selain mendorong sikap-sikap keterbukaan serta soliditas dalam kinerja, tantangan eksternal UINSA saat ini adalah akselerasi prestasi dalam kompetisi perguruan tinggi. Rektor menargetkan UINSA kembali mengukuhkan posisinya di jajaran Top 3 PTKIN serta meningkatkan daya saing di tingkat regional.

Tantangan ketiga, lanjut Rektor, adalah tantangan global. UINSA harus fokus mempercepat pemeringkatan internasional pada lembaga bereputasi dunia seperti QS World University Rankings dan Times Higher Education (THE) World University Rankings.

“Saya menginginkan agar terjadi akselerasi pemulihan-pemulihan pemeringkatan internasional. Saya ingin menyebut ini dengan UINSA Goes Global, agar kita masuk di jajaran elit mulai dari sekarang ini, hari panjenengan terlantik sampai di akhir periode kita,” harapnya.

Terakhir adalah tantangan digital. Masdar mengajak kepada segenap keluarga besar UINSA untuk mengoptimalkan potensi dosen, tenaga kependidikan (tendik), dan alumni untuk menguasai media sosial serta perangkat digital. Digitalisasi diharapkan menjadi sarana penunjang pembelajaran sekaligus amplifikasi prestasi kampus ke masyarakat luas.

“Kita memang lebih berpegang pada prinsip sepi ing pamrih rame ing gawe, tetapi betapa pun kita sudah kerja keras tapi tidak ada amplifikasi dan resonansi pemberitaan, maka masyarakat tidak akan tahu apa yang kita lakukan,” pungkasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article