Sempat Batal, Visa 40 Petugas Media Center Haji Akhirnya Terbit

- Kementerian Haji dan Umrah RI memastikan visa 40 petugas Media Center Haji yang sempat dibatalkan kini telah kembali diterbitkan setelah komunikasi dengan otoritas Arab Saudi.
- Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menjelaskan masih ada sekitar 320 visa petugas haji yang tertunda akibat kendala sistem di pihak Pemerintah Arab Saudi.
- Pemerintah Indonesia terus berkoordinasi dengan otoritas Saudi agar seluruh proses penerbitan visa petugas haji segera rampung, sementara visa jemaah telah terbit sejak akhir Ramadan.
Surabaya, IDN Times - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia memastikan visa 40 petugas haji yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) yang sempat dibatalkan kini telah kembali terbit. Hal tersebut disampaikan Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES), Jumat (17/4/2026).
Irfan menjelaskan, sebanyak 40 petugas MCH sebelumnya telah mendapatkan visa, namun kemudian dibatalkan oleh Pemerintah Arab Saudi.
Setelah dilakukan komunikasi dengan otoritas Arab Saudi, visa tersebut akhirnya kembali diterbitkan.
“Alhamdulillah, dengan komunikasi yang baik, tadi malam visa MCH sudah bisa terbit kembali. Memang ada banyak hal yang membuat kita harus menyesuaikan,” ujarnya di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Jumat (17/4/2026).
Selain itu, Irfan mengungkapkan masih ada sekitar 320 visa petugas haji yang sempat mengalami hambatan hingga Kamis malam (16/4/2026). Ia menegaskan, kendala tersebut bukan berasal dari Pemerintah Indonesia, melainkan dari sistem milik Pemerintah Arab Saudi.
“Saya tahu persis di pusat mereka bekerja 24 jam untuk memproses paspor agar visa bisa terbit. Namun, ternyata masih ada kendala. Sampai tadi malam, masih ada 320 visa petugas yang belum keluar. Ini di luar kendali Indonesia, karena kendalanya ada di Saudi,” jelasnya.
Saat ini, permasalahan tersebut masih dalam proses komunikasi dengan pihak Arab Saudi. Pemerintah Indonesia berharap proses penerbitan visa dapat segera diselesaikan.
“Saya sudah berkomunikasi dengan Menteri Haji Saudi. Mudah-mudahan segera ditangani,” kata Irfan.
Ia menambahkan, proses pengurusan visa telah dilakukan sejak awal pembentukan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH). Sejumlah visa petugas bahkan telah terbit secara bertahap sejak setelah Ramadan.
“Visa sudah kita siapkan semuanya. Alhamdulillah, menjelang akhir Ramadan, seluruh visa jemaah haji sudah terbit. Ini berkat kerja keras seluruh tim, mulai dari kabupaten, kota, provinsi, hingga pusat,” pungkasnya.



















