Ratusan Orang Berdemo Tolak UU TNI di Alun-Alun Kota Malang

Malang, IDN Times - Ratusan orang yang menamakan diri Aliansi Suara Rakdjat (Asuro) melakukan aksi menolak Undang-undang (UU) TNI di Alun-Alun Kota Malang pada Kamis (20/3/2025) sore. Aksi ini adalah aksi menolak Rancangan Undang-undang (RUU) yang disahkan menjadi UU oleh DPR RI tadi siang.
1. Para demonstran tidak percaya dengan UU TNI

Para demonstran yang menggunakan pakaian hitam-hitam ini berkumpul di tengah-tengah Alun-alun Kota Malang. Mereka menyampaikan tidak percaya bahwa UU TNI adalah demi kepentingan rakyat.
"Kekuatan militer bukan hal baru. Di jaman Orde Baru ada kasus 98 yang terdapat represi pada mahasiswa dan buruh melalui tentara dan polisi. Tidak akan percaya dan mau dengan UU TNI adalah mutlak, tidak hisa ditawar lagi," ucap orator demo.
2. UU TNI diresmikan hanya 30 menit oleh DPR RI, sangat mencurigakan

Salah seorang demonstran, Ardi menyampaikan jika ia heran dengan RUU TNI yang disahkan menjadi UU TNI secara kilat oleh DPR RI. Menurutnya ini adalah sebuah tanda keridakberesan karena terkesan terburu-buru.
"Tadi siang DPR sudah mengasah UU TNI yang merepresi supremasi sipil, mereka mempermainkan legislasi dengan hanya disahkan selama 30 menit," ucapnya.
3. Demonstran tidak percaya TNI akan netral

Ardi juga menyampaikan jika tanpa RUU TNI saja para tentara sudah banyak kasus, ia tidak bisa membayangkan saat UU TNI sudah diresmikan. Menurutnya, TNI hanyalah alat, sehingga tidak boleh masuk sampai ke jabatan sipil.
"Sebelum UU TNI mereka sudah bertingkah, apakah mereka akan netral? Makanya kita harus melawan, tidak boleh diam," pungkasnya.
















