Raih Penghargaan HUT ke-81 Jatim, Menperin: Kawasan Industri Diperkuat

Menperin Muhammad Sarmuji mendorong pengembangan kawasan industri Jawa Timur untuk meningkatkan daya saing, menarik investasi, memperluas aktivitas usaha, dan membuka peluang pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia menekankan pengembangan industri harus menyesuaikan karakter wilayah serta didukung infrastruktur memadai, ketersediaan lahan, dan kesiapan pemerintah daerah agar investasi dapat masuk.
Ekonomi Jawa Timur tumbuh 5,84 persen pada semester I 2026, melampaui nasional 5,45 persen; Sarmuji menerima Lencana Jer Basuki Mawa Beya emas dari Pemprov Jatim.
Surabaya, IDN Times – Menteri Perindustrian (Menperin), Muhammad Sarmuji mendorong pengembangan kawasan industri di Jawa Timur (Jatim) untuk memperkuat daya saing daerah dan menarik investasi. Namun, upaya itu erlu ditopang infrastruktur memadai, ketersediaan lahan, serta kesiapan pemerintah daerah agar potensi industri bisa berkembang menjadi aktivitas ekonomi nyata.
Hal itu disampaikan Sarmuji seusai menerima penghargaan Lencana Jer Basuki Mawa Beya kategori emas dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim dalam upacara Hari Jadi ke-81 Jatim di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (12/10/2026).
Sarmuji bilang, pengembangan sektor industri menjadi salah satu peluang yang dapat dimanfaatkan Jatim untuk meningkatkan daya saing ekonomi. Strategi industrialisasi, kata dia, perlu disesuaikan dengan karakteristik dan keunggulan masing-masing wilayah.
“Memasuki usia ke-81, Jawa Timur memiliki peluang besar untuk terus meningkatkan daya saing, terutama melalui pengembangan sektor industri. Potensi tersebut perlu disesuaikan dengan karakteristik dan keunggulan masing-masing wilayah,” ujarnya.
Sarmuji menilai kawasan industri dapat menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Keberadaan kawasan tersebut diharapkan mampu menarik penanaman modal, memperluas aktivitas usaha, dan membuka peluang pertumbuhan baru.
Namun, pengembangan kawasan industri membutuhkan dukungan yang konkret. Infrastruktur yang memadai, kepastian ketersediaan lahan, serta kesiapan pemerintah daerah menjadi sejumlah faktor yang perlu diperhatikan untuk mendukung masuknya investasi.
“Dengan dukungan tersebut, kawasan industri diharapkan mampu menarik investasi, memperluas aktivitas ekonomi, dan membuka peluang pertumbuhan baru bagi daerah,” jelasnya.
Sarmuji juga menyinggung kinerja ekonomi Jatim yang berdasarkan data dipaparkan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dalam upacara tersebut, tumbuh 5,84 persen pada semester I 2026. Angka itu berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,45 persen.
Meski demikian, penguatan industri tetap membutuhkan strategi yang sesuai dengan potensi setiap daerah agar pertumbuhan ekonomi dapat diikuti peningkatan kegiatan usaha dan kesempatan ekonomi bagi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Sarmuji menerima Lencana Jer Basuki Mawa Beya kategori emas yang diserahkan langsung oleh Khofifah. Penghargaan itu diberikan Pemprov Jatim atas dedikasinya dalam pembangunan daerah.
Sarmuji yang juga menjabat Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar mengapresiasi kepemimpinan Khofifah bersama jajaran Pemprov Jatim. Ia menilai perhatian pemerintah daerah terhadap masyarakat menjadi dorongan bagi berbagai pihak untuk turut berkontribusi dalam pembangunan.
“Perhatian yang diberikan oleh pemerintah provinsi terhadap masyarakat Jawa Timur menjadi dorongan bagi berbagai pihak untuk terus memberikan kontribusi terbaik bagi daerah,” pungkasnya.























