Khofifah akan Mendigitalisasi 400 Kitab Turarts Hasil Pemikiran Ulama

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berencana mendigitalisasi lebih dari 400 kitab turats karya ulama pesantren agar mudah diakses dan terlindungi dari kerusakan.
Sebanyak 400 kitab telah didata, dengan 200 kitab sudah didigitalisasi tanpa dipindahkan dari pesantren, setelah pengelola sempat khawatir naskah dibawa keluar.
Khofifah menilai pemikiran ulama Nusantara berpotensi menjadi rujukan dunia, sekaligus menyoroti banyak kitab terbitan belum ber-ISBN sehingga rentan diklaim pihak lain.
Surabaya, IDN Times - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa berencana mendigitalisasi 400 lebih kitab turats atau hasil pemikiran ulama dari berbagai pesantren. Hal tersebut agar kitab mudah diakses dan tak rusak dimakan waktu.
Khofifah mengatakan, selama ini, ia kerap menemukan banyak kitab turats karya ulama Jawa Timur yang rusak, hingga tertimbun. Padahal, kitab-kitab tersebut memiliki kedalaman ilmu, ada soal geopolitik, hingga geostrategi, ada astronomi, .
"Bagaimana kalau kertas lapuk menjadi kuat, kalau tulisan yang tidak tampak menjadi tampak, dan akhirnya kemudian saya mencoba mendatangi beberapa pesantren yang punya turost, banyak sekali yang keberatan karena khawatir naskahnya dibawa keluar," ujar Khofifah saat peluncuran Program Magister Kajian Kitab Turarts di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Sabtu (10/10/2026).
Khofifah kemudian menyampaikan kepada pesantren-pesantren bahwa kitab tersebut akan dilakukan digitalisasi dengan tetap berada di tempatnya. Hasilnya, ada sebanyak 400 kitab turats yang telah didata, 200 di antaranya sudah didigitalisasi.
Khofifah mengatakan, dirinya pernah membawa kitab turats asal ulama Indonesia ke kajian di luar negeri, hasilnya banyak dari mereka mengapresiasi kitab-kitab tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa pemikiran ulama Indonesia juga bisa menjadi rujukan dunia.
"Saya pernah menyerahkan langsung kepada Kemenag Al-Azhar. Dan kita kemudian melakukan uji coba mendisplay produk ini di area Diplomat di Riyadh, itu area semua diplomat dari berbagai negara. Dan 3 hari seminar di situ, kemudian banyak sekali dari berbagai negara itu datang dan mereka memberikan apresiasi yang luar biasa dari pemikiran para ulama-ulama kita,"
Menurutnya, membangun soal Islam moderat, Islam toleran dan membangun negara yang sejuk serta damai datang dari pemikiran ulama Nusantara. Untuk itu, kitab-kitab turats perlu terus digali.
"Itu akan menjadi referensi bersama bahwa memang kita perlu hidup rukun, perlu hidup damai dan penuh kesejukan. Lalu antara lain membawa Islam rahmatan lil alamiin, Islam yang memberikan damai bagi seluruh alam," jelas dua.
Selain itu, Khofifah menyebut bahwa masih banyak kitab turats yang sudah diterbitkan tapi belum mendapat International Standard Book Number (ISBN) atau Nomor Buku Standar Internasional. Bila hal tersebut dibiarkan, pihaknya khawatir karya akan diakui pihak lain.
"Nah, saya melihat sangat banyak turarts yang kemudian diterbitkan tanpa ISBN. Kalau tanpa ISBN itu gampang sekali kalau kemudian produk itu diambil oleh siapa dan di atas namakan siapa dan seterusnya," pungkas dia.




















