Bulog Ponorogo Raya Lampaui Target Pengadaan Beras 79.264 Ton

Bulog Cabang Ponorogo menyerap 81.937 ton beras hingga 9 Oktober 2026, melampaui target 79.264 ton atau mencapai 103,37 persen di Ponorogo, Magetan, dan Pacitan.
Secara nasional, pengadaan Bulog mencapai 4,11 juta ton hingga 8 Oktober 2026, menembus 102,88 persen target pemerintah dan melampaui rekor sebelumnya pada 2012.
Meski target tercapai, Bulog melanjutkan penyerapan hingga akhir tahun melalui jaringan pembelian dan penguatan gudang untuk menjaga cadangan, pasokan, serta stabilitas harga beras.
Magetan, IDN Times – Pengadaan beras Bulog Cabang Ponorogo yang meliputi Kabupaten Ponorogo, Magetan, dan Pacitan melampaui target tahunan 2026 sebanyak 2.673 ton setara beras. Hingga 9 Oktober 2026, realisasinya mencapai 103,37 persen dari target yang ditetapkan.
Pimpinan Cabang Bulog Ponorogo, Budiwan Susanto, mengatakan capaian tersebut menjadi bukti optimalisasi penyerapan hasil panen petani di wilayah kerjanya.
“Target pengadaan beras Bulog Cabang Ponorogo tahun 2026 sebesar 79.264 ton setara beras. Hingga 9 Oktober, capaiannya sudah mencapai 81.937 ton,” ujar Budiwan, Jumat (9/10/2026).
Capaian tersebut sejalan dengan keberhasilan Bulog secara nasional yang mencatat rekor pengadaan beras tertinggi sepanjang sejarah perusahaan. Hingga 8 Oktober 2026, realisasi nasional mencapai 4,11 juta ton setara beras atau 102,88 persen dari target pemerintah sebesar 4 juta ton.
Angka tersebut sekaligus melampaui pengadaan sepanjang 2025 yang mencapai 3,19 juta ton setara beras.
Table of Content
1. Pecahkan rekor pengadaan beras sepanjang sejarah

Stock beras di gudang Bulog Gulun Maospati, Magetan saat ini. (IDN Times/Riyanto) Realisasi nasional itu melampaui rekor sebelumnya pada 2012, ketika pengadaan beras Bulog mencapai sekitar 3,65 juta ton setara beras.
Budiwan menyebut pencapaian tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sekaligus memastikan hasil panen petani terserap secara optimal.
“Pencapaian ini bukan hanya soal angka, tetapi juga upaya menjaga cadangan pangan pemerintah dan memastikan hasil panen petani dapat terserap dengan baik,” jelasnya.
Untuk mendukung penyerapan, Bulog mengoptimalkan jaringan pembelian di berbagai sentra produksi dengan melibatkan petani, kelompok tani, mitra penggilingan, dan pemangku kepentingan lainnya. Kesiapan sarana penyimpanan serta pergudangan juga diperkuat guna menunjang pengelolaan stok beras pemerintah.
2. Penyerapan tetap berlanjut hingga akhir tahun

Stock beras di gudang Bulog Gulun Maospati, Magetan saat ini. (IDN Times/Riyanto) Meski target tahunan telah terlampaui, Bulog Cabang Ponorogo tetap melanjutkan pengadaan hingga akhir 2026. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat cadangan pangan sekaligus menjaga ketersediaan pasokan beras bagi masyarakat.
“Capaian di wilayah Ponorogo, Magetan, dan Pacitan juga menjadi bagian dari kontribusi daerah dalam memperkuat cadangan pangan nasional,” tegas Budiwan.
Penyerapan hasil panen oleh Bulog juga menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam mendukung stabilitas pasokan dan harga beras, baik di tingkat produsen maupun konsumen.
3. Apresiasi untuk petani dan pemerintah

Stock beras di gudang Bulog Gulun Maospati, Magetan saat ini. (IDN Times/Riyanto) Terakhir, Budiwan juga menyampaikan pesan Dirut Perum Bulog, Letnan Jenderal TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi terhadap pencapaian rekor pengadaan beras nasional.
Keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama yang melibatkan pemerintah pusat, kementerian terkait, Badan Pangan Nasional, TNI, pemerintah daerah, petani, penyuluh, serta mitra kerja Bulog.
Bulog berkomitmen melanjutkan optimalisasi pengadaan hingga akhir tahun melalui penguatan operasional dan kolaborasi dari hulu hingga hilir. Upaya tersebut ditujukan untuk menjaga ketersediaan pangan, mendukung stabilitas harga, serta memperkuat ketahanan pangan nasional.



















![[Wansus] Blak-blakan Wawali Surabaya Armuji Bicara Konten hingga Hubungan dengan Eri](https://image.idntimes.com/post/20261007/img-20261007-wa0200_d5f1f243-aef1-4e76-a9e6-ec96fc232d6d_watermarked_idntimes-1.jpg)


