Pertalite Langka di Sejumlah SPBU Malang, Ternyata Ini Sebabnya

Sejumlah SPBU di Kota dan Kabupaten Malang kehabisan Pertalite dan Biosolar, memicu antrean panjang bagi warga yang mencari BBM.
Pertamina menyatakan stok tidak dikurangi; kelangkaan terjadi akibat penyesuaian sementara pola distribusi regional, dipengaruhi fluktuasi harga minyak dunia dan nilai tukar.
Pasokan Surabaya-Malang dikirim bertahap tiga kali sehari, sementara Fuel Terminal Malang beroperasi 24 jam untuk mendukung kelancaran penyaluran BBM.
Malang, IDN Times - Masyarakat Kota Malang dan Kabupaten Malang tengah kesulitan mencari stok Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan Biosolar. Sejumlah SPBU dilaporkan kehabisan stok Pertalite, sehingga terpantau antrian panjang di SPBU-SPBU yang masih memiliki stok Pertalite. Kondisi ini dikeluhkan oleh masyarakat yang harus antri lama di bawah terik sinar matahari.
1. Pertamina akui ada perubahan pola distribusi

Antrean kendaraan di SPBU Bululawang, Kabupaten Malang. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama) Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi menjelaskan jika tidak ada pengurangan stok BBM jenis Pertalite di wilayah Malang Raya. Hanya saja ada penyesuaian pola distribusi, sehingga menyebabkan beberapa SPBU kekurangan stok BBM utamanya jenis Pertalite dan Biosolar
"Penyesuaian pola distribusi tidak hanya di Malang, mencakup rantai pasok dari ujung (impor atau kilang) di seluruh wilayah regional Jatimbalinus (4 provinsi). Penyesuaian ini karena fluktuasi harga minyak dunia dan nilai tukar mata uang, sehingga ada penyesuaian sementara di beberapa wilayah karena perubahan moda transportasi," terangnya saat dikonfirmasi pada Jumat (9/10/2026).
2. Distribusi BBM dari Surabaya ke Malang dibagi menjadi 3 tahap dalam sehari

Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama) Ahad menyampaikan kalau pengaturan suplai dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan konsumsi serta kondisi operasional di lapangan. Oleh karena itu, pengiriman BBM dari Surabaya ke Malang dilakukan secara bertahap. Hari ini pengiriman dijadwalkan berlangsung dalam 3 kali pengiriman, yang mana masing-masing diperkirakan tiba pada pukul 01.00 WIB, 07.00 WIB, dan 13.00 WIB.
Pada 2 pengiriman pertama mencakup BBM jenis Pertamax, Pertalite, dan Biosolar. Lalu pada pengiriman ketiga mencakup Pertamax dan Pertalite. Sementara khusus di akhir pekan, pengiriman direncanakan sebanyak 4 ritase.
"Kebutuhan BBM masyarakat di Malang menjadi perhatian kami dalam mengatur pola pengiriman dan menjaga kelancaran pasokan. Pada September 2026, rata-rata konsumsi BBM harian di Malang mencapai 72,085 kiloliter. Untuk itu, kami terus memantau kebutuhan di lapangan dan menyesuaikan suplai agar ketersediaan BBM serta pelayanan di SPBU tetap terjaga," jelasnya.
3. Fuel Terminal di Malang akan dibuka 24 jam

Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama) Lebih lanjut, Ahad menyampaikan kalau Fuel Terminal (FT) Malang akan beroperasi selama 24 jam untuk mendukung kesiapan operasional dan kelancaran penyaluran BBM. Mereka juga akan mengevaluasi kondisi suplai dan memperkuat koordinasi operasional untuk mengantisipasi perubahan kebutuhan di lapangan. Kesiapan sarana dan fasilitas serta pelayanan di SPBU juga menjadi perhatian guna menjaga kelancaran layanan kepada masyarakat.
"Kamk mengimbau masyarakat untuk menggunakan BBM secara bijak sesuai kebutuhan serta merujuk pada kanal resmi Pertamina untuk memperoleh informasi yang terverifikasi. Apabila menemukan kendala pelayanan atau membutuhkan informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Call Center 135," pungkasnya.

















![[Wansus] Blak-blakan Wawali Surabaya Armuji Bicara Konten hingga Hubungan dengan Eri](https://image.idntimes.com/post/20261007/img-20261007-wa0200_d5f1f243-aef1-4e76-a9e6-ec96fc232d6d_watermarked_idntimes-1.jpg)





