Air PDAM Cuma Mengalir Sesekali, Warga Ngawi Berburu Bantuan Air

Kemarau panjang membuat sumur warga Desa Cantel, Ngawi, mengering selama sekitar sebulan, sementara aliran PDAM hanya sesekali dan berdebit kecil.
Warga mengandalkan bantuan tangki untuk minum, memasak, dan ternak; saat bantuan tidak datang, mereka mencari air hingga ke tengah hutan.
BPBD Ngawi mencatat 4.403 jiwa di 21 desa pada tujuh kecamatan terdampak kekeringan, dengan distribusi air bersih dilakukan setiap hari.
Ngawi, IDN Times – Tak ada lagi air yang bisa diandalkan dari sumur, sementara aliran PDAM hanya sesekali membasahi keran. Inilah krisis air bersih yang dihadapi warga Desa Cantel, Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, setelah kemarau panjang membuat sumur-sumur mengering selama sebulan terakhir.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga terpaksa mengantungkan pada bantuan tangki air. Jika bantuan tak datang, mereka terpaksa mencari sumber air hingga ke tengah hutan.
Kondisi itu terlihat saat truk tangki pembawa bantuan air bersih tiba di Desa Cantel pada Jumat (9/10/2026) siang. Warga langsung berbondong-bondong mendatangi tempat penampungan dengan membawa jeriken dan galon bekas air mineral. Sebagian bahkan membawa lebih dari enam galon untuk diisi.
Air yang diperoleh harus dibagi untuk berbagai kebutuhan, mulai dari memasak, minum, hingga memenuhi kebutuhan ternak. Di tengah terbatasnya sumber air, bantuan tersebut menjadi tumpuan warga untuk memenuhi kebutuhan dasar.
Table of Content
1. Sumur mengering, warga terpaksa mencari air ke hutan

Krisis air bersih di Desa Cantel, Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi, memaksa warga antri air bantuan dari BPBD. (IDN Times/Riyanto) Salah seorang warga Desa Cantel, Puryanto, mengatakan sumur-sumur di lingkungannya telah mengering selama sekitar satu bulan terakhir. Sementara itu, aliran PDAM hanya muncul sesekali dengan debit kecil sehingga belum mencukupi kebutuhan warga.
Ketika bantuan air bersih tidak datang, warga terpaksa mencari sumber air lain hingga ke tengah hutan. Jarak yang cukup jauh membuat upaya mendapatkan air bersih semakin menyulitkan.
“Sulit banget, apalagi kalau bantuan tidak datang. Kami harus mencari air jauh ke hutan. Air itu untuk minum dan kebutuhan ternak. Sudah sebulan terakhir sumur mengering,” ujar Puryanto, Jumat (9/10/2026).
Kondisi tersebut membuat warga harus mengatur pemakaian air yang diperoleh agar bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari. Mereka berharap distribusi bantuan dapat terus dilakukan selama sumur belum kembali terisi dan pasokan PDAM belum normal.
2. Warga berburu bantuan dengan membawa banyak galon

Krisis air bersih di Desa Cantel, Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi, memaksa warga antri air bantuan dari BPBD. (IDN Times/Riyanto) Kedatangan truk tangki bantuan air bersih menjadi momen yang dinantikan warga Desa Cantel. Begitu kendaraan tiba, warga langsung mendatangi lokasi penampungan dengan membawa jeriken dan galon bekas air mineral.
Sebagian warga membawa lebih dari enam galon untuk diisi. Air bantuan tersebut kemudian digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan ternak.
Terbatasnya sumber air membuat warga harus memanfaatkan bantuan sebaik mungkin. Mereka berharap penyaluran air bersih bisa dilakukan secara rutin agar persediaan air di rumah tetap tersedia.
3. Sebanyak 4.403 jiwa di 21 desa terdampak kekeringan

Krisis air bersih di Desa Cantel, Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi, memaksa warga antri air bantuan dari BPBD. (IDN Times/Riyanto) Krisis air bersih akibat kemarau panjang tidak hanya dialami warga Desa Cantel. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngawi, sebanyak 4.403 jiwa yang tersebar di 21 desa pada tujuh kecamatan terdampak kekeringan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Ngawi, Yudha Herlambang, mengatakan dampak kemarau terlihat dari mengeringnya sumur-sumur warga.
“Hingga kini sudah ada lebih dari 4.000 jiwa yang terdampak kekeringan. Sumur-sumur mengering akibat kemarau panjang,” kata Yudha.
Untuk membantu masyarakat, distribusi air bersih dilakukan setiap hari dengan dukungan berbagai pihak. Penyaluran tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga yang kesulitan memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari.
Warga berharap bantuan air bersih terus disalurkan selama kekeringan masih berlangsung. Sebab, selama sumur belum kembali terisi dan pasokan PDAM belum mencukupi, bantuan tangki masih menjadi tumpuan untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka.





















