Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pakar ITS Ungkap Strategi Jaga Energi RI di Tengah Gejolak Global

Kota Surabaya
3 min read
Pakar ITS Ungkap Strategi Jaga Energi RI di Tengah Gejolak Global
ilustrasi energi (pexels.com/Tom Fisk)
  • Pakar ITS Ary Bachtiar mendorong diplomasi energi untuk mengamankan impor minyak mentah, menjaga pasokan kilang domestik, dan menstabilkan harga bahan bakar di tengah ketidakpastian geopolitik.

  • Indonesia perlu meningkatkan produksi minyak domestik, memodernisasi kilang, serta membenahi tata kelola hulu migas agar ketergantungan pada pasokan energi luar negeri berkurang.

  • Biodiesel, bioetanol, dan hilirisasi gas serta batu bara dinilai dapat memperkuat kemandirian energi, dengan mempertimbangkan kesiapan industri, lingkungan, dan keseimbangan pangan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Pakar energi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Ary Bachtiar, menilai Indonesia perlu menggabungkan strategi pengamanan pasokan impor dengan percepatan pengembangan energi domestik di tengah ketidakpastian geopolitik global. Sebab, ketidakpastian tersebut menjadi tantangan bagi ketahanan energi Indonesia, terutama dalam menjaga pasokan minyak mentah dan stabilitas harga bahan bakar.

Menurut Ary, upaya mengamankan pasokan dari berbagai negara penting untuk memastikan kebutuhan minyak mentah dalam negeri tetap terpenuhi. Langkah ini menjadi krusial agar kilang-kilang domestik, seperti Cilacap, Balongan, dan Balikpapan, memperoleh bahan baku yang memadai.

"Langkah diplomasi energi ke berbagai negara merupakan langkah taktis jangka pendek yang sangat krusial untuk mengamankan pasokan fisik atau supply security dan kepastian harga atau price stability," ujar Ary, Jumat (9/10/2026).

Namun, menurutnya, pengamanan pasokan luar negeri saja tidak cukup. Indonesia juga perlu meningkatkan produksi minyak domestik atau lifting serta mempercepat pengembangan bahan bakar nabati untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi impor.

Ary menilai kombinasi strategi tersebut dapat menjawab kebutuhan energi dari dua sisi, yakni menjaga ketersediaan pasokan dalam jangka pendek dan memperkuat kemandirian energi dalam jangka menengah hingga panjang.

Ia berharap pemerintah bergerak cepat mencari sumber minyak mentah dengan keekonomian terbaik dari berbagai negara. Di saat bersamaan, modernisasi kilang dan pembenahan tata kelola sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) perlu dipercepat agar ketergantungan pada pasokan luar negeri dapat ditekan.

Selain minyak mentah, Ary menyoroti potensi pengembangan biodiesel dan bioetanol sebagai sumber energi alternatif. Indonesia memiliki bahan baku domestik berupa kelapa sawit, tebu, dan singkong yang dapat dikembangkan untuk mendukung diversifikasi energi.

Meski begitu, pengembangan bahan bakar nabati harus memperhitungkan kesiapan industri, keberlanjutan lingkungan, serta keseimbangan antara kebutuhan energi dan pangan. Dengan perencanaan yang matang, bahan bakar nabati dapat menjadi salah satu penopang ketahanan energi nasional.

Ary juga menilai integrasi kebijakan energi dengan hilirisasi sumber daya alam dapat memperkuat kemandirian industri nasional. Pengembangan pengolahan gas bumi dan batu bara menjadi produk bernilai tambah di dalam negeri dinilai berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.

"Penyatuan portofolio sektor ESDM dan koordinasi hilirisasi di bawah satu komando merupakan langkah strategis yang tepat. Integrasi ini memastikan bahwa rantai nilai energi kita berjalan utuh, dari perut bumi dikelola, diolah di dalam negeri, hingga menjadi produk bernilai tambah tinggi," katanya.

Menurut Ary, penguatan ketahanan energi membutuhkan kebijakan yang saling terhubung, mulai dari jaminan pasokan minyak mentah, peningkatan produksi domestik, modernisasi kilang, hingga pengembangan energi alternatif. Strategi tersebut diperlukan agar Indonesia tidak terlalu rentan terhadap gejolak harga dan gangguan rantai pasok energi global.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More