3 Hari Pascaledakan Ruko di Pakuwon City, Polisi Tunggu Hasil Labfor

Tiga hari setelah ledakan rumah makan di San Antonio, Pakuwon City Surabaya, polisi masih menunggu hasil Labfor Polda Jatim untuk memastikan penyebabnya.
Polisi mengamankan tabung elpiji 50 kilogram, kompor satu tungku, kipas angin, dan selang gas dari ruko N1-62 yang diduga menjadi titik ledakan.
Ledakan Selasa pagi diduga terkait kebocoran elpiji dari dapur lantai satu, melukai lima karyawan serta merusak 58 bangunan dan belasan kendaraan.
Surabaya, IDN Times - Tiga hari pascaledakan rumah makan di kawasan pertokoan San Antonio, Pakuwon City Surabaya, polisi masih menunggu hasil laboratorium forensik (labfor). Ledakan yang terjadi pada Selasa (6/10/2026) diduga disebabkan karena kebocoran elpiji.
Kasar Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP David Manurung mengatakan, proses penyelidikan terhadap tragedi tersebut masih berjalan. Saat ini, polisi telah melalukan pemeriksaan di Labfor Polda Jatim untuk mengetahui penyebab pasti ledakan tersebut.
"Tahapan penyelidikan masih berjalan dan masih menunggu hasil labfor untuk kesimpulan penyebabnya," ujarnya kepada IDN Times, Jumat (9/10/2026).
Sebelumnya polisi telah membawa tabung elpiji 50 kilogram dari dalam ruko yang diduga menjadi penyebab ledakan. Elpiji tersebut dibawa sebagai barang bukti.
Kepala Seksi Identifikasi Ditreskrimum Polda Jatim, Kompol Sukris Tri Hartanto mengatakan, pihaknya telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Olah TKP difokuskan pada ruko nomor N1-62 yang diduga menjadi titik kemunculan ledakan.
"Dan dari hasil olah TKP ini, kami juga sudah menemukan beberapa barang bukti yang diduga ada kaitannya dengan ledakan ini, dan semuanya masih dalam proses pemeriksaan oleh Bidlabfor Polda Jatim," ujarnya.
Sejumlah barang bukti yang telah dibawa polisi untuk dilakukan pemeriksaan itu di antaranya adalah satu tabung elpiji dengan volume 50 kilogram, kompor gas satu tungku dan kipas angin. "Iya (selang tabung gas), satu bagian dengan elpiji," ucapnya.
Ditanya apakah ledakan tersebut dipicu adanya api, Sukris belum bisa memastikan. Hal tersebut kini masih dalam proses pemeriksaan polisi. "Masih dalam proses, masih dalam proses analisa," terang dia.
Pihaknya juga belum bisa memastikan, apakah sebelum ledakan terjadi sedang ada aktivitas memasak atau tidak. Yang jelas, ledakan berasal dari dapur di lantai satu.
"Karena itu perlu waktu, nanti dianalisa dulu oleh tim dari Bidlabfor Polda Jatim dan nanti akan disampaikan lebih lanjut perkembangannya oleh tim penyidik. Cukup ya. Nggih, matur nuwun," ucapnya.
Ledakan diduga karena kebocoran gas elpiji ini terjadi di sebuah rumah makan kawasan pertokoan San Antonio, Pakuwon City, Surabaya, Selasa (6/10/2026) pagi. Setidaknya ada lima orang karyawan mengalami luka bakar dari kejadian tersebut.
Sebanyak 58 bangunan berupa ruko dan rumah di sekitar lokasi rusak parah hingga ringan. Tak cuma itu, belasan kendaraan yang terparkir dan melintas juga mengalami kerusakan.





















