Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Sepekan Insiden Ledakan di Pakuwon City, Denyut Ekonomi Kembali Bersemi

Kota Surabaya
3 min read
Sepekan Insiden Ledakan di Pakuwon City, Denyut Ekonomi Kembali Bersemi
Kawasan pertokoan San Antonio, Pakuwon City Surabaya sepekan setelah tragedi ledakan elpiji. (IDN Times/Khusnul Hasana)
  • Sepekan setelah ledakan diduga akibat kebocoran gas di Pertokoan San Antonio, Pakuwon City, aktivitas ekonomi kembali berjalan meski sejumlah bangunan masih dipasangi garis polisi.

  • Rumah makan tempat Ria bekerja dan outlet batagor Frenky tetap beroperasi setelah sempat terdampak kerusakan, didorong pelanggan yang kembali datang serta pesanan online yang normal.

  • Ledakan pada 6 Oktober 2026 melukai lima karyawan, merusak 58 ruko dan rumah, serta belasan kendaraan; pelaku usaha masih menanti proses pendataan dan perbaikan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Denyut kehidupan kembali terasa di Pertokoan San Antonio, Pakuwon City, Minggu (11/10/2026) sore. Di bawah langit yang mulai meredup, deru mesin kendaraan saling bersahutan dengan derap langkah warga yang berolahraga. Kurir makanan online berkejaran dengan waktu, sementara para penjual di teras ruko sibuk melayani pembeli. Sekilas, geliat ekonomi di kawasan ini tampak melaju seperti sedia kala.

Namun, garis kuning polisi yang membelah tiga ruko bertutup seng itu, menghadirkan kontras yang tajam. Di balik pembatas seng itu, waktu seolah berhenti, menyisakan keheningan di antara tumpukan puing tembok, besi melengkung, dan reruntuhan plafon yang membisu.

Baru sepekan lalu, Selasa (6/10/2026) pagi, dentuman keras akibat dugaan kebocoran gas 50 kilogram di Rumah Makan Tempong Dewi Sri meluluhlantakkan tempat ini. Ledakan hebat itu tak hanya memporak-porandakan bangunan utama, tetapi juga merusak ruko di sisi kanan dan kirinya, memicu kepanikan dan menghentikan denyut aktivitas warga seketika.

Kini, meski jejak trauma ledakan belum sepenuhnya hilang dari ingatan, denyut nadi San Antonio menolak mati. Di tengah kepungan puing dan bangunan yang belum pulih, para pemilik ruko hingga outlet kecil memilih kembali membuka pintu mereka, membuktikan daya tahan para pelaku usaha yang merangkak bangkit di balik bayang-bayang musibah.

Di antara ruko-ruko itu ada Ria yang duduk setia menunggu pelanggan. Meski rumah makan tempatnya berkerja itu mengalami kerusakan sebagian, mereka memilih untuk tetap buka. "Rabu (sehari setelah kejadian) itu kita masih bersih-bersih. Yang atas itu rusak parah, jadi sekarang kosong," ungkap dia.

Mereka sempat tutup dua hari, lalu kemudian buka karena ternyata banyak pelanggan yang menunggu. Bukan cuma dari Pakuwon City, pelanggan mereka datang dari berbagai wilayah, "Iya banyak yang tanya, buka kapan," jelasnya.

Walaupun kondisi rumah makan itu rusak sebagian, tak membuat pelanggan mereka berkurang. Jumlah pembeli mereka tak jauh berbeda dari sebelum ledakan terjadi. "Setelah buka itu lumayan ramai," sebutnya.

Di sudut lain, ada otlet batagor miliki Frenky yang juga memilih tetap buka walau mengalami kerusakan sebagian. Ia buka sehari setelah ledakan itu terjadi. "Jadi hari pertama saja yang gak buka, setelahnya buka, beroprasi normal," ungkap Frenki.

Sehari setelah peristiwa itu, tak banyak orang datang ke tempatnya. Tetapi di hari berikutnya, pelanggannya mulai berdatangan kembali. "(Penjualan) normal aja yang online, yang offline agak sepi, dua tiga hari sudah mulai normal kembali," jelasnya.

Di tengah trauma yang masih menyisah, Frenky masih setia menunggu pembelinya di tempat tersebut. Sembari menanti proses perbaikan outlet yang dilakukan pihak rumah makan.

"Ada kerusakan, lagi didata, dikasih ke pihak Pakuwon. Nanti dikasih ke pihak Nasi Tempong, tapi gak bisa ganti semua, kemungkinan 50 persen, ganti 50 persen gak papa, kasihan ya, kalau saya jadi owner juga mengalami kesusahan," pungkasnya.

Sebelumnya, ledakan diduga karena kebocoran gas elpiji ini terjadi di sebuah rumah makan kawasan pertokoan San Antonio, Pakuwon City, Surabaya, Selasa (6/10/2026) pagi. Setidaknya ada lima orang karyawan mengalami luka bakar dari kejadian tersebut.

Sebanyak 58 bangunan berupa ruko dan rumah di sekitar lokasi rusak parah hingga ringan. Tak cuma itu, belasan kendaraan yang terparkir dan melintas juga mengalami kerusakan.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More