Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Persebaya Bidik PSS Sleman, Finishing Dibenahi

Kota Surabaya
3 min read
Persebaya Bidik PSS Sleman, Finishing Dibenahi
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares. (Dok. Persebaya)
  • Persebaya menang 1-0 atas Isenmulang Kalteng FC, tetapi Bernardo Tavares menilai banyak peluang belum dikonversi menjadi gol tambahan.

  • Tavares menilai pertahanan Persebaya solid karena lawan tidak mencatatkan tembakan tepat sasaran, meski skor tipis membuat tekanan bertahan hingga akhir.

  • Menjelang laga melawan PSS Sleman di GBT, Persebaya membenahi penyelesaian akhir dan keseimbangan antarlini, sambil mengajak Bonek dan Bonita memberi dukungan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Persebaya Surabaya membawa pulang tiga poin setelah menang tipis 1-0 atas Isenmulang Kalteng FC di Lampung. Namun, bagi pelatih Bernardo Tavares, hasil positif itu belum sepenuhnya menutup pekerjaan rumah Green Force, terutama soal ketajaman di depan gawang.

Tavares menilai Persebaya sebenarnya mampu menciptakan banyak peluang untuk menang dengan skor lebih meyakinkan. Sayangnya, peluang-peluang tersebut belum cukup efektif dikonversi menjadi gol tambahan.

Menurut pelatih asal Portugal ini, gol kedua bisa membuat pertandingan lebih terkendali sekaligus mengurangi tekanan pada menit-menit akhir. Penyelesaian akhir menjadi salah satu aspek yang perlu dibenahi Persebaya sebelum menghadapi PSS Sleman di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya.

“Kami menciptakan banyak peluang gol. Namun, terkadang bola mengenai pemain bertahan, keluar lapangan, atau mengenai penjaga gawang,” ujar Tavares.

Ia juga menilai Persebaya pantas mendapatkan kemenangan tersebut. Selain mampu menghasilkan sejumlah peluang, lini pertahanan Green Force juga dinilainya cukup solid dalam meredam ancaman lawan.

Tavares bahkan menyebut Isenmulang tidak menghasilkan tembakan tepat sasaran sepanjang pertandingan. Kiper Persebaya, menurut dia, hanya perlu mengantisipasi sejumlah umpan silang.

Meski demikian, kemenangan dengan selisih satu gol membuat Persebaya belum bisa sepenuhnya bersantai. Ketika gol tambahan tak kunjung tercipta, lawan masih memiliki kesempatan untuk menekan dan mencari gol penyeimbang hingga pertandingan berakhir.

“Jika kami mencetak gol kedua, saya pikir pertandingan akan selesai dan para pemain bisa lebih tenang,” katanya.

Tavares juga menyoroti kondisi lapangan yang dinilai menyulitkan permainan operan pendek. Permukaan rumput yang tidak rata membuat bola memantul tidak beraturan, ditambah kondisi angin yang memengaruhi permainan.

Situasi itu membuat Persebaya harus menyesuaikan pendekatan permainan. Menurut Tavares, bola lambung untuk mengalihkan serangan dari satu sisi ke sisi lain juga tidak selalu menjadi pilihan ideal di lapangan tersebut.

Di sisi lain, ia mengakui Persebaya masih perlu menjaga keseimbangan antarlini. Ketika terus memburu gol kedua pada menit-menit akhir, jarak antara lini pertahanan, tengah, dan depan berpotensi melebar. Celah tersebut bisa dimanfaatkan lawan untuk menyerang ruang di belakang pertahanan.

Tavares menyebut aspek itu telah dibicarakan bersama para pemain dan akan terus diperbaiki. Ia ingin Persebaya tetap agresif mencari gol tambahan tanpa mengorbankan organisasi pertahanan.

Evaluasi menjadi bekal penting bagi Green Force menjelang laga berikutnya melawan PSS Sleman. Bermain di hadapan Bonek dan Bonita di Stadion GBT diharapkan menjadi tambahan energi bagi Persebaya untuk melanjutkan hasil positif.

Tavares pun secara khusus mengajak suporter memenuhi stadion dan memberikan dukungan kepada timnya. “Saya berharap Bonek dan Bonita pada pertandingan berikutnya melawan Sleman bisa datang ke GBT dan mendukung tim kami,” pungkasnya.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More