Proyek Sekolah Rakyat Jatim Masuk Fase Akhir, Siap Tahun Ajaran Baru

- Jawa Timur menyerap Rp1,97 triliun atau 62,62 persen dari total anggaran Rp3,14 triliun untuk pembangunan Sekolah Rakyat sebagai bagian program prioritas Presiden di bidang pendidikan.
- Pembangunan Sekolah Rakyat Jatim dibagi dalam empat paket mencakup 18 lokasi prioritas, dengan proyek utama di Surabaya yang progres fisiknya telah mencapai 77,68 persen per Juni 2026.
- Selain itu, APBN juga mempercepat revitalisasi sekolah dan madrasah; dari 2.225 usulan lembaga pendidikan, sebanyak 122 sekolah dan madrasah di Jatim telah direvitalisasi hingga akhir Mei 2026.
Surabaya, IDN Times - Jawa Timur (Jatim) menjadi salah satu daerah dengan realisasi terbesar dalam pelaksanaan program prioritas Presiden di sektor pendidikan. Hingga 31 Mei 2026, anggaran untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Jatim telah terserap Rp1,97 triliun atau 62,62 persen dari total pagu Rp3,14 triliun. Sementara program revitalisasi sekolah dan madrasah telah terealisasi Rp84,36 miliar atau 33,08 persen dari pagu Rp254,99 miliar.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Jatim, Saiful Islam mengatakan, percepatan penyerapan anggaran tersebut menjadi bentuk dukungan APBN terhadap program prioritas Presiden di bidang pendidikan, terutama pembangunan Sekolah Rakyat dan revitalisasi sekolah.
"Di Jawa Timur, pembangunan Sekolah Rakyat 2026 dibagi dalam empat paket pekerjaan yang mencakup 18 lokasi prioritas," ujarnya dalam acara media briefing di Kantor OJK Jatim, Senin (22/6/2026).
Lokasi pekerjaan itu, paket pertama meliputi Kabupaten Sampang, Kota Surabaya, Kabupaten Gresik, Kabupaten Tuban, dan Kabupaten Jombang. Paket kedua mencakup Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Madiun, Kabupaten Ngawi, dan Kabupaten Pacitan.
Kemudian paket ketiga meliputi Kota Pasuruan, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Kediri, dan Kota Kediri. Sedangkan paket keempat tersebar di Kabupaten Malang, Kota Blitar, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Jember, dan Kabupaten Banyuwangi.
Salah satu proyek yang menjadi perhatian ialah pembangunan Sekolah Rakyat Jatim 1 di Surabaya. Berdasarkan data per 5 Juni 2026, progres fisik pembangunan telah mencapai 77,68 persen. Kawasan pendidikan terpadu yang mengintegrasikan jenjang SD, SMP, dan SMA itu dibangun di atas lahan seluas 6,61 hektare dengan luas bangunan mencapai 27.766 meter persegi.
"Proyek ini ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026 agar siap digunakan pada tahun ajaran 2026/2027," kata Saiful.
Selain pembangunan Sekolah Rakyat, APBN juga mengakselerasi revitalisasi sekolah dan madrasah di Jawa Timur. Dari total 2.225 usulan lembaga pendidikan yang diajukan, sebanyak 178 madrasah telah lolos verifikasi Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC). Hingga akhir Mei 2026, sebanyak 122 sekolah dan madrasah di Jatim telah direvitalisasi.
Secara nasional, pemerintah menargetkan revitalisasi 71.744 satuan pendidikan pada 2026, termasuk sekolah di daerah tertinggal, terdampak bencana, dan mengalami kerusakan berat. "Jawa Timur menjadi salah satu provinsi yang mendapat alokasi besar dalam program tersebut karena tingginya jumlah usulan dan kesiapan pelaksanaan di lapangan," pungkasnya.
















