Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Polemik Rektor UINSA Berakhir! Masdar Hilmy Kembali Terpilih
Rektor UIN Sunan Ampel Masdar Hilmy menuju ke ruang penyidik KPK. ANTARA FOTO/Aprilio Akbar
  • Prof. Masdar Hilmy resmi dilantik sebagai Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya periode 2026–2030 pada 15 Oktober 2026, menggantikan Prof. Akh Muzakki yang mundur.

  • Pelantikan ini menandai babak baru UINSA setelah polemik kepemimpinan dan penolakan warga kampus dalam beberapa pekan terakhir.

  • Masdar, rektor UINSA periode 2018–2022, terpilih setelah proses seleksi 15 guru besar yang melibatkan Senat UINSA dan Kementerian Agama.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2018–2022

Masdar Hilmy sebelumnya memimpin UINSA sebagai rektor.

15 Oktober 2026

Masdar Hilmy resmi dilantik sebagai Rektor UINSA untuk masa bakti 2026–2030, menggantikan Akh Muzakki.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Prof. Masdar Hilmy resmi dilantik sebagai Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya untuk masa bakti 2026–2030, menggantikan Prof. Akh Muzakki.
  • Who?
    Prof. Masdar Hilmy memimpin UINSA Surabaya sebagai rektor definitif. Prof. Akh Muzakki sebelumnya mengundurkan diri di tengah penolakan warga kampus.
  • Where?
    Pergantian kepemimpinan berlangsung di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Jawa Timur.
  • When?
    Masdar Hilmy dilantik pada Kamis, 15 Oktober 2026, untuk periode kepemimpinan 2026–2030.
  • Why?
    Pelantikan dilakukan untuk mengisi jabatan rektor definitif setelah Prof. Akh Muzakki mundur di tengah penolakan dari warga kampus.
  • How?
    Masdar terpilih melalui proses seleksi yang diikuti 15 guru besar, penilaian Senat UINSA, penyampaian hasil kepada Kementerian Agama, serta uji kepatutan dan kelayakan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Prof. Masdar Hilmy sekarang jadi rektor UINSA Surabaya untuk tahun 2026 sampai 2030. Ia menggantikan Prof. Akh Muzakki yang mundur setelah ada penolakan di kampus. Masdar pernah memimpin UINSA dulu, dari 2018 sampai 2022. UINSA berharap Masdar bisa membawa kampus jadi lebih baik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pelantikan Masdar Hilmy memberi UINSA titik kepastian setelah polemik kepemimpinan, dengan figur yang telah dikenal sivitas akademika dan memiliki pengalaman memimpin kampus. Proses seleksi yang melibatkan 15 guru besar, penilaian senat, serta uji kepatutan juga mencerminkan penetapan rektor definitif melalui tahapan yang terstruktur.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Drama pergantian pucuk pimpinan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya akhirnya mencapai babak baru. Prof. Masdar Hilmy resmi dilantik sebagai rektor periode 2026–2030, Kamis (15/10/2026). Ia kembali menduduki kursi tertinggi kampus setelah sebelumnya memimpin UINSA pada periode 2018–2022.

Masdar menggantikan Prof. Akh Muzakki yang sebelumnya mundur di tengah penolakan dari warga kampus. Pelantikan rektor definitif ini sekaligus menjadi titik baru bagi UINSA setelah polemik kepemimpinan mencuat dalam beberapa pekan terakhir.

Kabar pelantikan Masdar diumumkan melalui akun Instagram resmi UINSA Surabaya, @uinsa.official, pada Kamis. “Selamat dan sukses atas dilantiknya Prof. Masdar Hilmy, S.Ag., M.A., Ph.D., sebagai Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA) masa bakti 2026–2030,” tulis akun tersebut.

Kembalinya Masdar bukan hal yang mengejutkan dalam peta pemilihan rektor. Dalam bursa pemilihan periode 2026–2030, namanya masuk tiga besar calon terbaik bersama Prof. Evi Fatimatur Rusydiyah dan Prof. Abdul Kadir Riyadi.

Pemilihan rektor UINSA kali ini diikuti 15 guru besar yang mendaftar. Proses seleksi melibatkan Senat UINSA yang memberikan penilaian kualitatif terhadap para calon untuk disampaikan kepada Kementerian Agama (Kemenag). Kemudian menggelar tahapan uji kepatutan dan kelayakan lanjutan sebelum menetapkan satu nama sebagai rektor definitif.

Masdar sendiri bukan sosok baru bagi sivitas akademika UINSA. Pengalamannya memimpin kampus pada periode 2018–2022 menjadi bekal dalam mengemban mandat empat tahun ke depan. Akun resmi UINSA turut menyampaikan harapan agar kepemimpinan baru mampu membawa kampus menjadi institusi pendidikan tinggi yang unggul dan berkarakter.

“Semoga senantiasa diberikan kemudahan dan keberkahan dalam memimpin UINSA menuju kampus unggul, berkarakter, dan mendunia. Aamiin,” tulisnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article