Bengawan Solo di Ngawi Berubah Jadi Hamparan Bunga Sepanjang 1 Kilometer

Bengawan Solo di bawah Jembatan Payak, Ngawi, tertutup bunga enceng gondok lebih dari satu kilometer akibat debit air menyusut selama musim kemarau.
Rekaman drone yang viral menarik warga dari berbagai daerah untuk menikmati suasana senja, berswafoto, dan sebagian mengambil bunga enceng gondok secara gratis.
Warga menyebut fenomena ini baru pertama kali terlihat; pengunjung diimbau waspada terhadap titik air dalam dan bebatuan licin saat mendekati sungai.
Ngawi, IDN Times â Pemandangan tak biasa tersaji di aliran Bengawan Solo, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Permukaan sungai mendadak berubah menjadi hamparan bunga enceng gondok sepanjang lebih dari 1 kilometer. Fenomena yang muncul saat musim kemarau ini viral di media sosial dan membuat warga berbondong-bondong datang untuk berburu foto, terutama menjelang matahari terbenam.
Hamparan bunga tersebut berada di bawah Jembatan Payak, Desa Kauman, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi. Menyusutnya debit air saat kemarau membuat enceng gondok yang tengah berbunga menutupi sebagian besar permukaan sungai.
Pemandangan unik itu semakin menarik perhatian setelah rekaman udara menggunakan drone beredar luas di media sosial sejak sepekan terakhir. Tak sedikit warga yang penasaran dan datang langsung untuk menyaksikan fenomena yang disebut baru pertama kali mereka lihat tersebut.
1. Hamparan bunga enceng gondok jadi buruan warga saat senja

Hamparan bunga encengondok di bawah Jembatan Payak, Desa Kauman, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi. (IDN Times/Riyanto) Keberadaan hamparan bunga enceng gondok kini menjadi daya tarik tersendiri bagi warga. Menjelang sore, lokasi di bawah Jembatan Payak ramai didatangi pengunjung yang ingin menikmati pemandangan sekaligus mengabadikannya melalui kamera ponsel.
Pengunjung bahkan bisa berjalan melewati bebatuan menuju bagian sungai yang mengering untuk mendapatkan sudut foto yang menarik. Sebagian warga juga mengambil bunga enceng gondok untuk dibawa pulang tanpa dipungut biaya.
Alya Syaifa Nur Hafizzah, salah satu pengunjung, mengatakan kawasan tersebut ramai didatangi warga setiap sore. Pengunjungnya pun tak hanya berasal dari lingkungan sekitar. âKarena banyak bunga enceng gondok tumbuh saat kemarau, tiap sore ramai. Pengunjung datang dari mana-mana,â ujarnya.
Eka Wulandari, pengunjung lainnya, mengaku tertarik datang setelah mengetahui fenomena hamparan bunga tersebut viral di media sosial. Pemandangan yang tidak biasa di aliran sungai itu membuat lokasi tersebut menjadi tempat singgah warga untuk berswafoto dan menikmati suasana sore.
2. Warga mengaku baru pertama kali melihat fenomena ini

Hamparan bunga encengondok di bawah Jembatan Payak, Desa Kauman, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi. (IDN Times/Riyanto) Bagi warga setempat, hamparan bunga enceng gondok yang menutupi permukaan Bengawan Solo bukanlah pemandangan yang biasa mereka jumpai.
Ayu Puspita, warga setempat, mengatakan tanaman tersebut mulai berbunga setelah wilayah itu mengalami kemarau panjang. Pertumbuhan enceng gondok kemudian membuat sebagian besar permukaan sungai tampak tertutup hamparan bunga. âIni awalnya kemarau panjang, terus tumbuh enceng gondok berbunga sampai rata menutupi sungai,â katanya.
Fenomena ini menjadi perhatian karena mengubah tampilan sungai yang biasanya dipenuhi aliran air menjadi hamparan tanaman berbunga. Namun, pemandangan tersebut diperkirakan tidak akan bertahan lama.
Ketika musim hujan tiba dan debit Bengawan Solo kembali meningkat, hamparan enceng gondok berpotensi berubah posisi atau terbawa arus sungai.
3. Pengunjung diimbau tidak sembarangan masuk ke sungai

Hamparan bunga encengondok di bawah Jembatan Payak, Desa Kauman, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi. (IDN Times/Riyanto) Di balik pemandangannya yang menarik, pengunjung tetap perlu memperhatikan keselamatan. Menyusutnya debit air memang membuat sejumlah bagian dasar sungai terlihat, tetapi kondisi tersebut bukan berarti seluruh kawasan aman untuk dilalui.
Sejumlah titik masih memiliki kedalaman air sehingga pengunjung diimbau tidak sembarangan berjalan ke tengah sungai demi mendapatkan foto yang menarik.
Pengunjung juga perlu berhati-hati saat melintasi bebatuan yang berpotensi licin, terutama ketika berada dekat aliran air.
Fenomena hamparan bunga enceng gondok di Bengawan Solo ini menjadi daya tarik musiman bagi warga Ngawi dan sekitarnya. Mumpung pemandangan tersebut masih terlihat, warga bisa menikmatinya dengan tetap mengutamakan keselamatan dan tidak mengambil risiko hanya demi mendapatkan foto.




















