Grand Parent Stock Bakal Dibangun di Jatim, Bibitnya untuk Pasokan

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berencana membangun fasilitas grand parent stock di Jawa Timur untuk memasok bibit ayam ke seluruh Indonesia, tetapi lokasi, investasi, dan jadwal belum dirinci.
Amran menilai Jawa Timur strategis karena menjadi produsen utama padi, jagung, ayam, telur, gula, dan susu, didukung sinergi pemerintah daerah serta DPRD.
Pemprov Jawa Timur melalui Jatim Agro memperkuat pertanian dan peternakan; produksi padi 2025 melampaui 10,4 juta ton GKG atau 17,34 persen produksi nasional.
Surabaya, IDN Times - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman berencana membangun fasilitas grand parent stock (GPS) di Jawa Timur untuk memperkuat penyediaan bibit ayam bagi kebutuhan peternakan di seluruh Indonesia.
Amran menyebut Jatim menjadi lokasi strategis untuk pembangunan fasilitas tersebut karena memiliki peran besar dalam produksi pangan nasional, termasuk komoditas peternakan. Keberadaan GPS diharapkan memperkuat pasokan bibit untuk mendukung keberlanjutan produksi ayam di berbagai daerah.
“Kami akan bangun grand parent stock (GPS), satu-satunya di Indonesia itu di Jawa Timur, dan itu akan menyuplai nanti seluruh Indonesia,” kata Amran dalam orasi ilmiahnya di DPRD Jatim.
Rencana tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah pusat terhadap penguatan sektor peternakan di Jatim. Namun, dalam kesempatan itu, Amran belum memerinci lokasi pembangunan, nilai investasi, maupun jadwal realisasi fasilitas GPS tersebut.
Amran juga mengapresiasi capaian produksi pangan Jatim yang dinilainya memiliki kontribusi penting terhadap ketahanan pangan nasional. Sejumlah komoditas unggulan daerah ini meliputi padi, jagung, ayam, telur, gula, dan susu.
“Produksi padi nomor satu, jagung nomor satu, ayam dan telur nomor satu, gula juga nomor satu, susu juga nomor satu,” ungkapnya.
Menurut Amran, capaian tersebut tidak terlepas dari sinergi pemerintah daerah dan DPRD dalam mendukung pembangunan sektor pertanian. Kolaborasi antarlembaga dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga produktivitas dan memperkuat posisi Jatim sebagai lumbung pangan nasional.
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menyatakan Pemprov Jatim terus memperkuat sektor pertanian dan peternakan melalui program Jatim Agro. Program diarahkan untuk menjaga kapasitas produksi sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani, peternak, dan nelayan.
“Melalui Jatim Agro, kita memperkuat peran Jawa Timur sebagai lumbung pangan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani, peternak, dan nelayan,” tegas Khofifah.
Khofifah memaparkan, produksi padi Jawa Timur pada 2025 mencapai lebih dari 10,4 juta ton gabah kering giling (GKG), atau berkontribusi 17,34 persen terhadap produksi nasional. Sementara itu, berdasarkan potensi produksi Januari hingga November 2026, produksi padi Jatim diperkirakan mencapai 10,24 juta ton GKG, tumbuh 2,84 persen.
Selain menjaga produksi tanaman pangan, Pemprov Jatim mendorong penguatan irigasi, hilirisasi, korporasi pertanian, pengembangan Jatim Agro-Hub, serta regenerasi petani.
Penguatan sektor tersebut diharapkan berjalan beriringan dengan peningkatan produktivitas peternakan agar Jawa Timur tetap mampu menopang kebutuhan pangan nasional.
Rencana pembangunan fasilitas GPS di Jatim pun menjadi salah satu agenda yang berpotensi memperkuat rantai pasok peternakan nasional. Meski demikian, kepastian pelaksanaannya masih menunggu penjelasan lebih lanjut mengenai tahapan pembangunan dan kapasitas fasilitas yang akan disiapkan pemerintah pusat.




















