Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kota Surabaya Bakal Adopsi Pengelolaan Sampah-Hunian Singapura

Kota Surabaya
3 min read
Kota Surabaya Bakal Adopsi Pengelolaan Sampah-Hunian Singapura
Ilustrasi Kota Surabaya (IDN Times/Reza Iqbal)
  • Pemkot Surabaya membahas RTRW 2025–2045 bersama delegasi Centre for Liveable Cities Singapura, dengan fokus pada pengelolaan sampah dan penataan permukiman layak huni.

  • Surabaya berencana menambah incinerator di wilayah barat selain fasilitas Benowo, serta mempertimbangkan hunian bertingkat untuk menata permukiman prioritas dengan akses dan drainase terbatas.

  • Delegasi Singapura menyoroti rencana air bersih, air limbah, ruang terbuka hijau, dan pengelolaan sampah Surabaya; mereka juga mengunjungi KRM, Taman Harmoni, serta Bank Sampah Induk.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Kota Surabaya bakal mengadopsi sistem pengelolaan sampah hingga hunian negara Singapura. Rencana tersebut setelah Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menerima kunjungan delegasi Centre for Liveable Cities (CLC) Singapura yang membahas soal Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Surabaya 2025–2045. pada Senin (12/10/2026).

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Surabaya, Maria Theresia Ekawati Rahayu, dalam kesempatan itu ia menyampaikan bahwa Kota Surabaya berdiskusi dengan CLC Singapura soal pengolahan sampah dan permukiman layak huni. Menurutnya, pengolahan sampah dan permukiman layak huni di Singapura lebih maju, sehingga dapat direplikasi oleh Kota Surabaya ke depannya.

Maria menyebutkan, pengolahan sampah dan penataan permukiman layak huni menjadi tantangan tersendiri bagi kota besar seperti Surabaya. Saat ini, Kota Surabaya baru memiliki satu incinerator pengolahan sampah di Benowo. Rencananya, Kota Surabaya akan memiliki satu lagi incinerator yang dibangun di kawasan Surabaya barat.

Bukan hanya soal itu, penataan kawasan permukiman juga menjadi PR bagi Pemkot Surabaya ke depannya. “Kalau kita ingin menjadikan kota ini lebih terstruktur, layak huni lagi, permukiman-permukiman prioritas yang belum layak dan sesuai standarnya ya harus dipikirkan ke depannya. Mungkin ada opsi nantinya kita bikin bertingkat, karena sulit ya kalau menata jalan yang sempit, salurannya sudah tersumbat, mobilitasnya itu susah, tantangannya di situ,” tuturnya, Selasa (13/10/2026).

Ia menyebut bahwa lembaga pemerintah yang bergerak di bidang pengembangan kota layak huni asal Singapura tersebut datang langsung berdiskusi dan bertukar informasi soal rencana penataan ruang Kota Surabaya 20 tahun ke depan. Hasil dari diskusi tersebut, CLC Singapura tertarik dengan sejumlah rencana penataan di Kota Surabaya.

“Mereka tertarik pada perencanaan pemenuhan air baku untuk Kota Surabaya. Waktu pertemuan itu mereka juga menanyakan bagaimana rencana Kota Surabaya untuk mengelola kebutuhan air bersih di tahun 2045 dan juga rencana pengolahan air limbah sampai dengan tahun 2045,” kata Maria.

Maria menerangkan, selain soal pengolahan air baku, para delegasi CLC Singapura juga tertarik dengan rencana penyediaan ruang terbuka hijau (RTH) di Kota Surabaya. CLC Singapura menilai RTH Kota Surabaya sudah di atas rata-rata kota lainnya di Indonesia.

Sebanyak 20 orang delegasi Singapura yang hadir tidak hanya diajak berdiskusi soal RTRW, tetapi Pemkot juga mengajak mereka meninjau langsung sejumlah RTH di Kota Surabaya. Di antaranya yakni Kebun Raya Mangrove (KRM) dan Taman Harmoni. Tidak hanya itu, rombongan juga diboyong langsung ke lokasi Bank Sampah Induk di kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya.

“Jadi yang mereka sorot di Kota Surabaya ini, selain air bersih tadi, yakni penyediaan ruang terbuka hijau dan pengelolaan sampah. Sampai hari ini kan kita juga memiliki 12 TPS 3R (reduce, reuse, recycle),” terangnya.

Ia berharap diskusi ini dapat menjadi acuan bagi Surabaya dalam melakukan perencanaan kota yang lebih baik ke depannya. “Harapan kita, Singapura bisa memberikan ilmu tentunya, praktik-praktik keberhasilan perencanaan kota yang mereka terapkan di sana. Tentunya Kota Surabaya juga bisa mengacu dan menerapkannya di sini. Karena kita tahu Kota Surabaya ini di atas rata-rata menurut mereka, itu menjadi semangat bagi kita untuk menuju kota yang lebih bagus lagi,” pungkasnya.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More