Jombang, IDN Times - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda Desa Ngampungan, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, Senin (12/10/2026). Sekitar dua hektare lahan terbakar sebelum petugas pemadam kebakaran berhasil menjinakkan api dalam waktu sekitar 83 menit.

Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kebakaran tersebut dilaporkan warga ke Pos Pemadam Kebakaran Ngoro pada pukul 10.37 WIB. Petugas kemudian mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran beserta personel untuk melakukan pemadaman dan pembasahan di lokasi.

Api dipadamkan sekitar pukul 12.00 WIB. Meski kebakaran telah tertangani, kejadian ini menjadi perhatian di tengah ancaman kebakaran lahan yang masih terjadi di sejumlah daerah.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan bahwa karhutla di Jombang menjadi salah satu kejadian bencana yang tercatat dalam laporan BNPB periode 12–13 Oktober 2026.

"BNPB mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, terutama saat kondisi lahan kering," ujar Barton, Selasa (13/10/2026).

"Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api atau indikasi kebakaran, warga diimbau segera melapor kepada petugas setempat agar penanganan bisa dilakukan sedini mungkin," tambahnya.

Selain karhutla di Jombang, laporan BNPB pada periode yang sama juga mencatat kebakaran lahan di sejumlah daerah lain di Indonesia. Rangkaian kejadian menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan petugas dan masyarakat untuk mencegah kebakaran meluas. Di Jatim, penanganan cepat oleh petugas pemadam menjadi salah satu langkah penting untuk menekan dampak kebakaran lahan.