Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Petugas Berjibaku, Semburan Air di Dupak Rukun Surabaya Mengecil

Kota Surabaya
2 min read
Petugas Berjibaku, Semburan Air di Dupak Rukun Surabaya Mengecil
Petugas sedang melakukan pengerjaan untuk mengatasi semburan air di samping Tol Dupak-Banyu Urip, Surabaya, Selasa ( 13/10/2026). (IDN Times/Khusnul Hasana)
  • Semburan air hampir dua meter di Jalan Dupak Rukun, Surabaya, mulai mereda pada Selasa sore setelah pipa milik PT Petrokimia ditutup.

  • BPBD Surabaya memastikan kejadian itu bukan semburan lumpur, melainkan pipa berdiameter sekitar 800 sentimeter yang pecah dan menyemburkan air bercampur lumpur.

  • Petugas BPBD, DSDABM, dan PT Petrokimia mengerahkan ekskavator serta menyiapkan kanalisasi 3x3 meter untuk menguras air sebelum penambalan pipa dilakukan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Semburan air dengan ketinggian hampir dua meter di sisi timur Tol Dupak- Banyu Urip , Jalan Dupak Rukun, Kecamatan Krembangan, Surabaya mulai mereda, Selasa (13/10/2026) sore. Petugas telah berjibaku untuk meredakan semburan tersebut.

Pipa itu merupakan milik PT Petrokimia untuk menyuplai kebutuhan air mereka. Pipa tersebut memiliki diameter kurang lebih 800 sentimeter.

Pantauan IDN Times, semburan air dengan ketinggian hampir dua meter sudah tak terlihat lagi di lokasi. Titik semburan tersebut mengecil dan menyisakan gelembung-gelembung air.

Tampak, sejumlah petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya, dan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) sedang berjibaku melakukan pengerjaan di sekitar lokasi. Terlihat pula dua alat berat berupa eksavator dikerahkan.

Ketua Tim Kerja Operasional Kedaruratan / Kepala Tim Operasional Kedaruratan BPBD Surabaya, Arif Sunandar mengatakan, laporan semburan air bercampur lumpur itu ia terima sekitar pukul 10.44 WIB. Petugas kemudian menuju ke lokasi untuk melakukan asesmen.

"Dan yang ditemukan bukan semburan lumpur ya, melainkan pipa milik Petrokima yang berdiameter sekitar 800 sentimeter ini pecah dan menyemburkan air, jadi lumayan hampir 2 meter semburannya," terang dia ditemui di lokasi.

Ia menyebut, semburan air sudah mengecil karena pipa air tersebut telah ditutup oleh pihak Petrokimia selaku pemilik. Selanjutnya, petugas melakukan upaya perbaikan agar semburan mereda.

"Untuk perkembangan saat ini, di pukul 15.00, semburan ini sudah mengecil, karena memang dari teman-teman Petrokimia ini sedang dilakukan perbaikan bersama dengan teman-teman DSDABM Kota Surabaya, jadi ada penutupan yang saat ini sudah dilakukan, sehingga debit air yang mengalir ke sini sudah semakin kecil dan semburan juga semakin mengecil," ujar Arif.

Selanjutnya, pihaknya bersama DSDABM tengah melakukan pengerjaan kanalisasi. Hal tersebut dilakukan untuk mempersempit ruang semburan air.

"Jadi yang pertama memang akan dilakukan semacam kanalisasi, ya, kayak mempersempit ruang. Jadi rencana 3 meter kali 3 meter di sekitar ini akan dibendung airnya, sehingga nanti pada saat pengerjaan di dalam bendungan yang 3x3 meter ini nanti air akan dikuras keluar dan pelaksanaan penambalan akan dilakukan," jelas dia.

Arif belum bisa memastikan apa penyebab semburan lumpur ini. Tetapi, di sekitar lokasi semburan tersebut, DSDABM sedang melakukan pengerjaan proyek bozem untuk tempat penampungan air agar saat hujan datang, lokasi sekitar tidak banjir.

"Belum tahu sih, tapi kebetulan memang di lokasi ini teman-teman DSABM sedang membikin penampungan air. Jadi semacam storage gitu memanjang di samping tol ini," pungkas Arif.

    Share Article
    Topics
    Editorial Team

    Related Articles

    See More