Gunung Lawu Tutup, Baru akan Dibuka Jika Ada Hujan 3 Hari Berturut-turut

Perhutani memperpanjang penutupan seluruh jalur pendakian Gunung Lawu di Jawa Timur dan Jawa Tengah karena vegetasi puncak masih sangat kering dan rawan kebakaran susulan.
Patroli bersama kepolisian mencatat suhu kawasan puncak sempat mencapai 38 derajat Celsius, diperparah semak serta dedaunan kering yang mudah menjadi bahan bakar api.
Jalur baru dipertimbangkan dibuka setelah hujan membasahi puncak selama tiga hari berturut-turut, lalu dievaluasi lima hari oleh Perhutani, kepolisian, dan pengelola.
Magetan, IDN Times – Kecewa karena jalur pendakian Gunung Lawu via Cemorosewu masih ditutup, sejumlah pendaki terpaksa mengubur niat mencapai puncak. Perhutani sebagai pengelola mengaku belum mau mengambil risiko membuka jalur karena vegetasi masih kering dan rawan terbakar. Ada syarat yang harus dipenuhi sebelum pendakian kembali diizinkan, yakni hujan selama tiga hari berturut-turut di kawasan puncak. Wakil Administratur Perhutani KPH Lawu Ds, Hermawan, mengatakan penutupan seluruh jalur pendakian di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah diperpanjang untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) susulan.
Keputusan tersebut diambil setelah pemantauan menunjukkan kondisi kawasan puncak masih rentan terbakar. “Kami tidak mau mengambil risiko keselamatan para pendaki maupun kelestarian hutan. Hasil patroli ke atas menunjukkan kondisi vegetasi di sana sangat kering,” ujar Hermawan, Selasa (13/10/2026).
1. Pendaki kecewa setelah tiba di gerbang Cemoro Sewu

Jalur pendakian gunung Lawu via Cemorosewu di Magatan masih ditutup untuk pendakian. (IDN Times/Riyanto) Kekecewaan calon pendaki salah satunya terlihat dalam unggahan akun TikTok Cindy dheafakri. Ia membagikan momen ketika tiba di gerbang pendakian Gunung Lawu via Cemoro Sewu, Magetan, tetapi mendapati pengumuman penutupan jalur. “Udah di perjalanan ke kampung ke rumah mbah. Niat naik gunung juga eh denger2 lawu ditutup karna kebakaran,” tulisnya dalam unggahan tersebut.
Penutupan ini membuat pendaki yang telah merencanakan perjalanan harus menunda niatnya. Perhutani bersama pengelola jalur pendakian di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah masih sepakat menutup seluruh akses hingga kondisi kawasan dinilai aman.
2. Suhu puncak sempat mencapai 38 derajat Celsius

Kawah Candradimuka Gunung Lawu yang akan dijadikan proyek panas bumi. IDN Times/Istimewa. Hermawan menjelaskan, hasil patroli dan pemantauan bersama aparat kepolisian menunjukkan suhu udara di kawasan puncak Gunung Lawu sempat mencapai 38 derajat Celsius.
Kondisi tersebut diperparah oleh banyaknya semak belukar dan tumpukan dedaunan kering yang berpotensi menjadi bahan bakar ketika tersulut api. Situasi ini membuat risiko kebakaran susulan masih perlu diwaspadai, meskipun kebakaran sebelumnya telah ditangani.
Perhutani juga berkoordinasi dengan Polsek Plaosan untuk memperketat pengawasan dan memastikan jalur tidak dibuka sebelum kondisi memungkinkan. Terlebih, musim kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga bulan depan.
3. Perhutani menunggu hujan tiga hari berturut-turut di puncak

Kebakaran hutan di lereng Gunung Lawu wilayah Magetan berhasil di padamkan. IDN Times/Riyanto. Hermawan mengatakan, pembukaan jalur akan mempertimbangkan kondisi cuaca, terutama hujan yang benar-benar membasahi kawasan puncak. Hujan yang mengguyur wilayah perkotaan Magetan dalam beberapa hari terakhir belum bisa dijadikan patokan karena belum menjangkau area tersebut.
Perhutani mensyaratkan hujan turun minimal tiga hari berturut-turut agar tanah dan vegetasi di kawasan puncak kembali basah. “Minimal di atas itu sudah hujan tiga hari berturut-turut sampai tanah dan vegetasinya benar-benar basah. Jika dalam evaluasi kurun lima hari setelahnya kondisi dinilai aman, baru kami bersama jajaran kepolisian dan pengelola akan membahas opsi pembukaan jalur kembali,” jelasnya.
Dengan demikian, hujan selama tiga hari berturut-turut tidak otomatis membuat jalur pendakian langsung dibuka. Perhutani, kepolisian, dan pengelola masih harus mengevaluasi kondisi kawasan sebelum mengambil keputusan.
Hingga Selasa (13/10/2026), belum ada kepastian tanggal pembukaan kembali jalur pendakian Gunung Lawu. Pendaki diminta menunda rencana perjalanan sampai pengelola mengumumkan bahwa jalur telah aman untuk dilalui.




















