Polda Siagakan 168 Pos Pengamanan, Antisipasi Takbiran Malam Lebaran

- Polda Jatim menggelar apel siaga untuk pengamanan malam takbiran Idul Fitri 1447 H melalui Operasi Ketupat Semeru 2026 guna menjaga keamanan dan kelancaran mobilitas masyarakat.
- Sebanyak 168 pos pengamanan, 42 pos pelayanan, dan 24 pos terpadu disiagakan di seluruh Jawa Timur untuk mendukung pengawasan malam takbiran dan arus mudik.
- Kepolisian mengimbau masyarakat tidak melakukan takbiran keliling menggunakan kendaraan demi mencegah kecelakaan serta potensi gesekan antarwarga.
Surabaya, IDN Times - Polda Jawa Timur (Jatim) menggelar apel siaga pengamanan malam takbiran Idul Fittri 1447 Hijriah, Jumat (20/3/2026). Pengamanan dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan aktivitas masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jatim menyiapkan langkah antisipatif melalui Operasi Ketupat Semeru 2026 guna menjaga keamanan, ketertiban, dan kelancaran mobilitas selama mudik dan malam takbiran.
Dirlantas Polda Jatim, Kombes Pol Iwan Saktiadi, mengatakan malam takbiran menjadi salah satu fokus pengamanan karena tingginya potensi pergerakan masyarakat.
“Masyarakat akan menghadapi momen Idul Fitri dengan aktivitas yang meningkat. Karena itu, kesiapan personel menjadi hal utama,” ujarnya.
Iwan menegaskan, pihaknya mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan takbiran keliling menggunakan kendaraan. Takbiran diharapkan dilaksanakan di masjid atau musala masing-masing guna menghindari risiko kecelakaan maupun potensi gesekan.
“Kami mengimbau takbiran dilakukan di tempat ibadah, bukan berkeliling. Ini untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.
Untuk mendukung pengamanan, Polda Jatim telah menyiagakan ratusan pos di berbagai wilayah. Tercatat sebanyak 168 pos pengamanan, 42 pos pelayanan, dan 24 pos terpadu disebar di seluruh Jatim.
Selain pengamanan malam takbiran, kepolisian juga memantau arus mudik yang masih berlangsung. Berdasarkan data di lapangan, terjadi peningkatan arus lalu lintas sekitar 10 persen di sejumlah gerbang tol, seperti GT Ngawi dan GT Waru.
Kepadatan juga terpantau di sejumlah rest area pada malam hari, serta peningkatan volume kendaraan di jalur arteri. Meski demikian, kondisi lalu lintas di Jatim masih relatif terkendali dan belum terjadi kemacetan parah.


















