Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Petugas Temukan Makanan Mengandung Zat Berbahaya di Tulungagung

Kab. Tulungagung
Petugas Temukan Makanan Mengandung Zat Berbahaya di Tulungagung
Petugas menunjukkan hasil sampel yang positif mengandung zat berbahaya. IDN Times/ Bramanta Pamungkas
Share Article

Tulungagung, IDN Times - Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung menggelar sidak terhadap sejumlah penjual makanan dan minuman takjil, yang biasa dijual di pinggir jalan. Dalam sidak ini mereka menemukan sejumlah makanan dan minuman, yang terbukti mengandung zat berbahaya seperti Rhodamin B, borak dan formalim.

Selain melakukan pemeriksaan, petugas juga memberikan edukasi kepada penjual untuk selalu menjaga kebersihan makanan yang dijajakan.

  1. 1. Dinas Kesehatan pastikan mutu makanan yang dijual

    Petugas memeriksa sampel makanan yang mengandung zat berbahaya. IDN Times/ Bramanta Pamungkas
    Petugas memeriksa sampel makanan yang mengandung zat berbahaya. IDN Times/ Bramanta Pamungkas

    Kasi Farmasi dan Perbekalan Dinas Kesehatan Tulungagung, Masduki menjelaskan sidak ini merupakan salah satu tugas pokok, untuk memastikan keamanan pangan. Dinas Kesehatan selalu mengawal mutu makanan yang dijual. Dalam pemeriksaan ini petugas mengambil sejumlah sampel makanan dari para penjual makanan takjil. Dari empat titik lokasi berbeda, total petugas mengambil 31 sampel makanan.

    "Sampel makanan ini kita ambil untuk diperiksa apakah ada bahan makanan berbahaya di dalamnya atau tidak," ujarnya, Jumat (16/4/2021).

  2. 2. Temukan makanan mengandung borax, rhodamin B dan Formalin

    petugas mengambil sampel makanan dari penjual takjil. IDN Times/ Bramanta Pamungkas
    petugas mengambil sampel makanan dari penjual takjil. IDN Times/ Bramanta Pamungkas

    Sampel makanan ini kemudian diperiksa dengan menggunakan cairan dan kertas khusus. Hasilnya petugas menemukan beberapa diantaranya mengandung zat berbahaya. Untuk makanan jenis kerupuk petugas menemukan adanya zat borax dan rhodamin B. Sedangkan makanan jenis usus dan cecek positif mengandung formalin. Ketiga zat ini sudah dilarang penggunaannya dalam produk makanan dan minyman.

    "Baik borax, rhodamin B serta formalin sangat berbahaya jika dikonsumsi manusia," jelasnya.

  3. 3. Lakukan pembinaan kepada penjual makanan

    Petugas memeriksa sampel makanan yang mengandung zat berbahaya. IDN Times/ Bramanta Pamungkas
    Petugas memeriksa sampel makanan yang mengandung zat berbahaya. IDN Times/ Bramanta Pamungkas

    Semua temuan dicatat dan dijadikan bahan evaluasi untuk para pedagang agar lebih selektif dalam memilih dan mengolah produk pangan yang dijajakan. Langkah preventif ini dilakukan secara rutin demi mencegah terjadinya kasus keracunan karena makanan takjil. Selain itu Dinas Kesehatan juga akan mengumpulkan produsen makanan, untuk mensosialisasikan zat terlarang ini.

    "Kesempatan ini kami gunakan juga untuk mengedukasi warga dan pedagang agar memilih makanan yang sehat dan higienis untuk dikonsumsi," pungkasnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More