Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Penyebab Kematian Bocah 5 Tahun di Tulungagung dari Hasil Autopsi

Penyebab Kematian Bocah 5 Tahun di Tulungagung dari Hasil Autopsi
Jenazah korban usai menjalani autopsi. IDN TImes/ Bramanta Pamungkas
Share Article

Tulungagung, IDN Times - Polisi merampungkan proses atopsi terhadap jenazah bocah berinisal S (5), warga Desa Kepuhrejo, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung. Korban ditemukan tewas di dalam kamarnya, Kamis (01/02/2024) pagi. Karena kematian korban diduga tidak wajar, polisi melakukam autopsi terhadap jenazah korban. Dari hasil autopsi secara umum, korban meninggal akibat gangguan saluran pernafasan.

1. Autopsi dilakukan karena korban diduga meninggal tak wajar

Polisi saat melakukan olah TKP di lokasi kejadian. IDN Times/ Bramanta Pamungkas
Polisi saat melakukan olah TKP di lokasi kejadian. IDN Times/ Bramanta Pamungkas

Kanit PPA Satreskrim Polres Tulungagung, Ipda Fatahillah Aslam mengatakan proses autopsi telah rampung kemarin malam. Autopsi dilakukan di Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal RSUD dr Iskak Tulungagung. Dari hasil autopsi secara umum, korban meninggal dunia disebabkan gangguan saluran pernapasan.

"Dari hasil autopsi, kami telah mendapatkan hasil resume sementara dugaan penyebab kematian korban karena disebabkan gangguan saluran pernapasan," ujarnya, Jumat (02/02/2024).

2. Ambil sampel tubuh korban untuk diuji laboratorium

Polisi mengamankan barang bukti dari lokasi kejadian. IDN Times/ Bramanta Pamungkas
Polisi mengamankan barang bukti dari lokasi kejadian. IDN Times/ Bramanta Pamungkas

Kematian korban ini belum dapat dipastikan soal kewajarannya. Termasuk penyebab apa yang membuat korban mengalami gangguan saluran pernafasan. Untuk memperkuat hasil autopsi ini, polisi mengambil beberapa sampel pada tubuh korban untuk di uji laboratorium. Sampel yang diambil berupa darah, rambut, cairan pada lambung dan segelas cairan yang ditemukan di lokasi kejadian.

"Kematian korban ini belum bisa kami simpulkan wajar atau tidak. Karena kami masih proses lidik, hasil lab kami masih menunggu. Kami juga masih melakukan koordinasi dengan Labfor Polda Jatim dan Bidokes," paparnya.

3. Keluarga masih berduka dan belum dimintai keterangan

Jenazah korban usai menjalani autopsi. IDN TImes/ Bramanta Pamungkas
Jenazah korban usai menjalani autopsi. IDN TImes/ Bramanta Pamungkas

Polisi juga masih belum bisa meminta keterangan kepada para saksi dari pihak keluarga korban. Mengingat mereka saat ini masih berduka.Disinggung soal kondisi ibu korban, Fafa mengungkapkan bahwa saat ini masih dalam perawatan medis di RSUD dr Iskak Tulungagung. Disisi lain, polisi juga belum dapat meminta keterangan, karena kondisi ibu korban masih shock.

"Rencana kami akan meminta keterangan dari pihak keluarga. Karena pada saat kejadian, keluarga yang paling tau, kondisi ibu korban sudah membaik, tapi belum bisa berkomunikasi karena masih shock," pungkasnya.

4. Korban ditemukan tewas di dalam kamar

Rumah lokasi ditemukan korban meninggal dunia. IDN Times/ Bramanta Pamungkas
Rumah lokasi ditemukan korban meninggal dunia. IDN Times/ Bramanta Pamungkas

Sebelumnya korban ditemukan tewas di dalam kamar pada Kamis (1/2/2024) sekitar pukul 03.00 WIB. Korban diketahui meninggal dunia pertama kali oleh neneknya. Sebelum kejadian, ibu korban mengalami muntah-muntah dan dibawa ke rumah sakit oleh suaminya. Saat hendak berangkat mereka memanggil saksi untuk menemani korban yang sedang tidur. Saksi kemudian curiga karena tubuh korban dingin. Saat di cek ternyata korban sudah meninggal dunia.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bramanta Putra
EditorBramanta Putra

Latest News Jawa Timur

See More

Gus Ipul: Gedung SRMA Surabaya 90 Persen, Ditarget Siswa Pindah Juli

26 Jun 2026, 23:00 WIBNews