Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pengrajin Genteng di Magetan Tunggu Janji Program Gentengisasi Presiden

Riyanto
Aktivitas pembuatan genting di Desa Dukuh, Kecamatan Bendo, Magetan. IDN Times/Riyanto.
Intinya sih...
  • Pengrajin genteng di Magetan khawatir program gentengisasi hanya jadi slogan politik belaka.
  • Regulasi bahan baku masih menjadi kendala utama dalam mewujudkan program gentengisasi.
  • Harapan pengrajin genteng untuk kepastian realisasi program gentengisasi masih menggantung.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Magetan, IDN Times Imbauan Presiden RI Prabowo Subianto soal program gentengisasi rupanya sudah lebih dulu menggema hingga sentra genteng rakyat di Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Namun, hingga awal Februari 2026, kebijakan itu masih berhenti di level wacana.

Di tengah musim hujan dan keterbatasan bahan baku, para pengrajin genteng memilih tetap bekerja sambil menunggu kepastian. Mereka berharap, program penggantian atap seng ke genteng tak sekadar menjadi jargon politik.

1. Pengrajin genteng khawatir cuma jadi slogan

Riyanto
Aktivitas pembuatan genting di Desa Dukuh, Kecamatan Bendo, Magetan. IDN Times/Riyanto.

Di Desa Dukuh, Kecamatan Bendo, genteng-genteng produksi warga berjajar rapi menunggu kering. Pemandangan itu seolah menggambarkan kondisi para pengrajinnya: sama-sama menanti, cuaca cerah, pesanan datang, dan kini kebijakan gentengisasi benar-benar turun ke lapangan.

Tugiyo, salah satu pengrajin genteng di desa tersebut, mengaku menyambut baik rencana pemerintah. Namun, ia tak menutupi kegelisahannya. "Kalau programnya diteruskan tentu kami mendukung. Harapannya harga bisa naik dan pesanan tambah. Tapi sampai sekarang ya masih nunggu, jangan-jangan hanya slogan,” ujar Tugiyo, Senin (8/2/2026).

Hal senada disampaikan Karni, pengrajin lain di Desa Dukuh. Menurutnya, kabar gentengisasi memang terdengar menjanjikan, tetapi belum berdampak nyata. "Belum ada sosialisasi apa pun. Kami masih produksi seperti biasa. Kalau bisa cepat dilaksanakan, ya lebih bagus,” katanya.

Karni menambahkan, sebagian besar genteng Magetan memang dijual melalui pengepul, bahkan sudah dipasarkan ke luar daerah. Artinya, dari sisi distribusi relatif siap. Kendalanya justru pada kapasitas produksi yang sangat bergantung pada cuaca dan ketersediaan tanah liat.

2. Regulasi bahan baku masih jadi ganjalan

Riyanto
Aktivitas pembuatan genting di Desa Dukuh, Kecamatan Bendo, Magetan. IDN Times/Riyanto.

Wakil Bupati Magetan Suyatni Priasmoro menilai imbauan Presiden Prabowo sebagai sinyal positif bagi industri genteng rakyat. Namun, ia mengingatkan bahwa realisasi kebijakan tak bisa dilepaskan dari persoalan regulasi di tingkat daerah.

"Pasar sebenarnya tidak jadi masalah. Tantangannya justru bahan baku. Ada aturan penggalian tanah yang selama ini ditafsirkan harus manual, tidak boleh menggunakan alat berat,” jelas Suyatni.

Menurutnya, jika persoalan di hulu ini tak segera dibenahi, dorongan gentengisasi justru berpotensi menimbulkan masalah sosial baru.

"Kalau tidak ada solusi, masyarakat bisa kehilangan mata pencaharian. Akhirnya banyak yang hanya bisa jadi buruh tani,” ujarnya.

Ia menilai gentengisasi seharusnya menjadi momentum menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah—antara semangat mengganti atap rumah dan kemampuan pengrajin dalam memproduksi genteng.

"Tidak bisa serta-merta memerintahkan semua orang mengganti seng dengan genteng. Harus dilihat juga kemampuan ekonomi masyarakat. Tapi sebenarnya, kalau mampu, kesadaran itu sudah ada,” katanya.

3. Harapan yang masih menggantung

Riyanto
Aktivitas pembuatan genting di Desa Dukuh, Kecamatan Bendo, Magetan. IDN Times/Riyanto.

Bagi pengrajin genteng di Magetan, gentengisasi bukan sekadar isu nasional. Program ini dipandang sebagai harapan baru bagi keberlangsungan industri rakyat yang telah hidup puluhan tahun.

Genteng sudah disiapkan, tenaga kerja tersedia, dan pasar dibayangkan terbuka lebar. Namun hingga kini, satu hal yang masih absen adalah kepastian realisasi.

Sambil menunggu, para pengrajin tetap menjemur genteng, menatap langit yang kerap mendung, dan berharap kebijakan gentengisasi tak ikut larut bersama hujan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More

Polisi Mulai Siapkan Pengamanan Mudik, Transportasi Bus Jadi Prioritas

09 Feb 2026, 12:25 WIBNews