Magetan, IDN Times – Kasus pencurian di Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan yang menyebabkan tujuh laptop dan satu hard disk raib masih menjadi perhatian. Meski wajah pelaku terekam jelas CCTV, hingga kini identitasnya belum berhasil diungkap polisi.
Pelaku Pembobolan Kantor Pemkab Magetan Masih Gelap

1. Pelaku belum tertangkap meski terekam CCTV
Rekaman CCTV menjadi petunjuk utama dalam penyelidikan kasus pencurian yang terjadi di lingkungan Setdakab Magetan. Wajah pelaku terlihat cukup jelas saat beraksi.
Kepala Bagian Umum Setdakab Magetan, Hendrawan Prastawa Adhi, memastikan sosok dalam rekaman bukan aparatur sipil negara (ASN) maupun orang yang biasa beraktivitas di lingkungan kantor Pemkab.
"Saya bisa memastikan itu bukan ASN. Saya sendiri belum pernah melihat orang tersebut berkeliaran di sekitar Pemkab. Baru melihatnya saat rekaman CCTV diperiksa," ujarnya, Rabu (17/6/2026).
Meski demikian, hingga kini polisi masih memburu pelaku dan belum menetapkan tersangka.
2. Data pekerjaan ikut hilang bersama laptop
Pencurian tersebut tidak hanya menyebabkan kerugian materiil, tetapi juga berpotensi menghilangkan sejumlah data pekerjaan.
Dari total barang yang dicuri, empat laptop berasal dari Bagian Hukum, sedangkan tiga laptop dan satu hard disk milik Bagian Organisasi. Lima laptop merupakan aset pemerintah daerah dan dua lainnya milik pribadi pegawai.
Menurut Hendrawan, beberapa file pekerjaan kemungkinan tidak memiliki salinan cadangan sehingga ikut hilang bersama perangkat yang dicuri.
"Karena itu laptop untuk bekerja, otomatis ada data-data pekerjaan yang hilang. Mungkin memang ada beberapa file yang tidak tersimpan di perangkat lain," katanya.
3. Pemkab evaluasi sistem keamanan kantor
Pasca pembobolan, Pemkab Magetan langsung melakukan evaluasi terhadap sistem pengamanan kantor. Langkah tersebut dilakukan setelah ditemukan dugaan pelaku masuk melalui pintu yang dirusak atau dicongkel.
Evaluasi meliputi pola penjagaan, jumlah personel, hingga mekanisme pengawasan di lingkungan sekretariat daerah yang selama ini dijaga oleh Satpol PP.
Sekda Magetan juga telah meminta agar sistem keamanan diperkuat untuk mencegah kejadian serupa terulang. Sementara itu, polisi dikabarkan masih terus menyelidiki kasus tersebut dan menelusuri keberadaan tujuh laptop serta satu hard disk yang belum ditemukan.