Surabaya, IDN Times - Seorang pegawai kebersihan toko emas Untung Bersama Sejahtera (UBS) di Pasar Atom Surabaya mencuri perhiasan emas seberat 14,08 gram. Pegawai berinsial HL (36) itu sempat kabur keluar pulau sebelum akhirnya dibekuk polisi.
Kapolsek Pabean Cantikan, Kompol Eko Adi Wibowo mengungkapkan lencurian perhiasan emas ini bermula ketika HL diminta untuk menjaga toko. Saat itu, karyawan toko sedang makan sidang sehingga menitipkan toko pada HL.
"Tersangka yang sudah bekerja selama 10 tahun menjadi cleaning service toko emas ini diminta menjaga sementara di lokasi," ujarnya, Kamis (2/7/2026).
Ternyata, HL memanfaatkan momen itu untuk melancarkan aksinya. Ia membuka laci di bawah kotak kaca kemudian mengambil perhiasan emas berupa cincin.
"Ini dilakukannya dua kali. Cincin dimasukkan ke saku celana kemudian ia duduk kembali untuk menjaga toko," terang Eko.
Selain cincin, HL juga mengambil gelang emas dari laci toko tersebut. Aksinya ini baru diketahui pada 26 Mei lalu. Karyawan toko yang mengetahui adanya perhiasan yang hilang langsung melaporkan ke atasannya untuk kemudian dilaporkan ke polisi. "Usai mendapat laporan kami langsung melakukan penyelidikan," jelas dia.
Setelah aksi pencurian ini dilaporkan, HL pun tak masuk kerja. Diketahui, dia kabur ke Blitar. Polisi sempat mencari ke Blitar, tapi ternyata HL meninggalkan pulau Jawa dan pergi ke Halmahera, Maluku Utara.
Polisi kemudian mengendus keberadaan HL yang kembali pulang ke Jawa Timur pada 23 Juni 2023 lalu menggunakan kapal. HL turun melalui Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.
Saat turun dari kapal itu lah, HL langsung ditangkap polisi. "Kami tangkap sesaat setelah tersangka turun dari kapal," katanya.
Setelah disergap, HL tidak bisa mengelak dan mengakui telah mencuri perhiasan emas. "Perhiasan emas ini sudah dijual tersangka dan pengakuannya dijual sekitar Rp 30 juta di Blitar," pungkas dia.
