Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG-20260202-WA0030.jpg
Apel Persiapan Operasi Keselamatan Semeru 2026. (Dok. Humas Polrestabes Surabaya)

Intinya sih...

  • Operasi Keselamatan Semeru 2026 di Surabaya dimulai hari ini hingga dua minggu ke depan, fokus pada kendaraan angkutan barang ODOL.

  • Operasi melibatkan 5.020 personel gabungan dengan pendekatan humanis dan ketegasan, serta strategi edukasi kepada masyarakat.

  • Perhatian khusus diberikan pada kendaraan over dimension over load, penerapan tilang elektronik, dan penegakan hukum yang tegas dan transparan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - Operasi Keselamatan Semeru 2026 di Surabaya mulai digelar hari ini, Senin (2/2/2026) hingga dua minggu kedepan. Operasi ini akan memberikan perhatian khusus terhadap kendaraan angkutan barang, terutama kendaraan over dimension over load (ODOL).

Wakapolrestabes Surabaya AKBP Rosyid Hartanto, angka kecelakaan di Surabaya disebut mengalami peningkatan. Untuk itu, operasi tersebut dilakukan untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas sekaligus membangun budaya tertib di jalan raya kembali diperkuat.

"Dinamika lalu lintas Kota Surabaya saat ini semakin menantang. Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi pelaksanaan operasi sebelumnya, angka kecelakaan lalu lintas masih menjadi persoalan serius yang tidak bisa diabaikan," tutur Rosyid saat apel persiapan Operasi Semeru 2026, Senin (02/02/2026).

Dalam pelaksanaannya, operasi ini melibatkan 5.020 personel gabungan. Sebanyak 395 personel dari Polda Jawa Timur, sementara 4.625 personel lainnya merupakan kekuatan dari jajaran kewilayahan.

Rosyid menyebut, pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru 2026 mengedepankan pendekatan humanis yang tetap disertai ketegasan. Strategi utama difokuskan pada pembinaan dan edukasi kepada masyarakat melalui kegiatan sosialisasi dan penyuluhan.

"Edukasi mencakup pemahaman kepada pengusaha transportasi mengenai pentingnya penerapan sistem manajemen keselamatan, serta kampanye tertib berlalu lintas melalui media cetak, elektronik, dan media sosial. Langkah ini diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif dan membentuk budaya disiplin di tengah masyarakat," ungkap dia.

Selain pembinaan, upaya preventif juga menjadi fokus utama. Pihaknya bekerjasama dengan Dinas Perhubungan dan Dinas Kesehatan dalam melaksanakan ramp check terpadu. Pemeriksaan meliputi kondisi teknis kendaraan, kelayakan operasional, serta pemeriksaan kesehatan pengemudi, termasuk tes urine di terminal dan titik-titik strategis.

"Kendaraan yang dinyatakan laik jalan akan diberikan stiker sebagai tanda kelayakan, sehingga memberikan jaminan keselamatan bagi penumpang. Patroli juga ditingkatkan di lokasi rawan kecelakaan dan titik rawan kemacetan yang selama ini menjadi black spot dan trouble spot lalu lintas," ungkap dia.

Perhatian khusus diberikan terhadap kendaraan over dimension dan over load yang kerap menjadi pemicu kecelakaan serius di sejumlah wilayah hingga menimbulkan korban jiwa.

Pada aspek penegakan hukum, kepolisian menerapkan langkah yang selektif dan berorientasi pada pelanggaran berpotensi fatal. Penindakan akan dioptimalkan melalui tilang elektronik atau ETLE untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas.

"Sasaran utama meliputi pengendara yang melawan arus, tidak menggunakan helm berstandar SNI, serta penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis," kata dia.

Rosyid menegaskan bahwa seluruh personel yang terlibat wajib mengedepankan profesionalisme dan menghindari segala bentuk penyimpangan. Ia secara tegas mengingatkan agar tidak ada praktik pungutan liar selama operasi berlangsung.

Melalui Operasi Keselamatan Semeru 2026, ia berharap tercipta kesadaran kolektif bahwa keselamatan di jalan raya merupakan tanggung jawab bersama. Kepatuhan terhadap aturan bukan semata kewajiban hukum, melainkan wujud kepedulian terhadap nyawa diri sendiri dan orang lain.

"Dengan kolaborasi lintas sektor, pendekatan humanis, serta penegakan hukum yang tegas dan transparan, operasi ini diharapkan mampu menekan angka kecelakaan sekaligus menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan di Kota Surabaya," pungkas dia.

Editorial Team