Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mudik Lebaran, GT Warugunung dan Japanan Jadi Fokus Utama Pemantauan

Mudik Lebaran, GT Warugunung dan Japanan Jadi Fokus Utama Pemantauan
Kondisi Tol Surabaya - Mojokerto (Sumo) GT Warugunung. Dok. PT JSM
Intinya Sih
  • PT Jasamarga Transjawa Tol memprediksi puncak arus mudik Jawa Timur terjadi 18 Maret 2026, dengan fokus pemantauan di Gerbang Tol Warugunung dan Kejapanan Utama.
  • Kepadatan tertinggi di GT Warugunung diperkirakan 21 Maret dengan kenaikan volume kendaraan hingga 82 persen dari normal, sedangkan GT Kejapanan Utama padat pada hari Lebaran.
  • Arus balik diproyeksikan memuncak 24 Maret dengan lonjakan hingga 120 persen, JTT menyiagakan tim antisipasi genangan, longsor, serta membuka tol Probolinggo-Banyuwangi secara fungsional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Surabaya , IDN Times - PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) memprediksi puncak arus mudik di wilayah Jawa Timur  jatuh pada 18 Maret 2026. Gerbang Tol (GT) Warugunung dan Kejapanan Utama menjadi fokus utama pemantauan di Jawa Timur.

Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo mengatakan,  puncak arus mudik di GT Warugunung diprediksi terjadi pada Sabtu (21/3/2026). Saat puncak mudik, diprediksi kenaikan volume kendaraan  mencapai 7,8 persen dibanding mudik tahun 2025 lalu.

"Untuk GT Warugunung, prediksi puncak arus mudik terjadi pada Sabtu, 21 Maret (H-1 Lebaran). Ada kenaikan sekitar 82 persen dari volume normal, atau mencapai 36.675 kendaraan," ujarnya saat konferensi pers Rabu (11/3/2026).

Sementara itu, lonjakan di GT Kejapanan Utama diprediksi terjadi pada Minggu, 22 Maret atau bertepatan dengan hari pertama Lebaran (H1). Fenomena ini dipicu oleh tingginya mobilitas masyarakat lokal untuk keperluan silaturahmi antarwilayah.

"Jadi berdasarkan evaluasi yang kami lihat lalin silaturahmi itu cukup memenuhi atau adanya lonjakan di warugunung warugunung dan juga di kejapanan utama," jelasnya.

Terkait arus balik, PT JTT memproyeksikan puncak kepadatan akan terjadi secara serentak di GT Warugunung dan GT Kejapanan Utama pada 24 Maret 2026. Diprediksi volumen kendaraan saat arus balik mencapai 120 persen.

"Kami mengasumsikan kenaikan volume kendaraan saat arus balik cukup signifikan, yakni di atas 120 persen dari kondisi normal. Ini menjadi perhatian serius kami untuk melakukan antisipasi," tambahnya.

Menjamin kelancaran arus mudik, Ria memastikan seluruh pekerjaan konstruksi di jalan tol telah selesai per hari ini, 11 Maret 2026. Meski demikian, tim sapu lubang dan penanggulangan genangan tetap disiagakan penuh 24 jam untuk mengantisipasi cuaca yang tidak menentu.

"Kami menyiagakan 14 tim antisipasi genangan dan longsor, serta 12 unit pompa di titik-titik rawan. Selain itu, ada ratusan personel on-call yang tersebar di berbagai ruas," jelasnya.

Rincian personel siaga tersebut mencakup ruas Ngawi-Kertosono 33 orang, Surabaya-Mojokerto 23 orang, Gempol-Pandaan 8 orang, Pandaan-Malang 14 orang, dan titik terpadat Surabaya-Gempol sebanyak 50 orang.

JTT juga menginformasikan bahwa ruas tol Probolinggo-Banyuwangi akan dioperasikan secara fungsional untuk mendukung kelancaran distribusi kendaraan selama periode mudik dan balik tahun ini.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Faiz Nashrillah
EditorFaiz Nashrillah
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More