Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ilustrasi perbaikan jalan (pexels.com/Tom Shamberger)
  • Tumpukan pasir dan agregat menghambat Jalan Bratang Binangun, Surabaya, setelah motor grader untuk meratakan material proyek peninggian jalan mengalami kerusakan.

  • DSDABM Surabaya menyebut material didatangkan usai pembangunan saluran untuk meninggikan jalan 20–30 sentimeter sebagai penanganan genangan; sebagian material masih menumpuk di badan jalan.

  • Jalan sementara dibuka satu arah ke utara, sedangkan arus selatan dialihkan. Material akan dipindahkan dan diratakan; pengaspalan menunggu pemadatan minimal 24 jam.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
4 November 2026

Material agregat didatangkan pada malam hari untuk proyek peninggian badan Jalan Bratang Binangun setelah pembangunan saluran selesai.

5 November 2026

Motor grader mengalami gangguan saat meratakan material, sehingga sebagian agregat masih menumpuk di badan jalan. DSDABM memindahkan gundukan ke sisi timur dan membuka jalan sementara hanya untuk arus kendaraan ke arah utara. Perataan direncanakan dilanjutkan pada malam hari setelah alat berat selesai diperbaiki.

24 jam

Material agregat yang telah digelar setidaknya memerlukan waktu 24 jam untuk dipadatkan sebelum dapat memasuki tahap pengaspalan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Gundukan pasir dan material agregat menghambat Jalan Bratang Binangun karena motor grader untuk meratakan material mengalami kerusakan saat pekerjaan peninggian badan jalan.
  • Who?
    DSDABM Surabaya menangani pekerjaan dan berkoordinasi dengan Polsek Gubeng. Dedy Purwito serta Hidayat Syah menyampaikan keterangan mengenai penanganan material dan tahapan pekerjaan.
  • Where?
    Di Jalan Bratang Binangun, Surabaya, terutama pada badan jalan yang sedang ditinggikan setelah pembangunan saluran di sisi kiri dan kanan jalan selesai.
  • When?
    Material didatangkan pada Rabu malam, 4 November 2026. Pada Kamis, 5 November 2026, alat berat masih diperbaiki dan perataan direncanakan dilanjutkan pada malam hari.
  • Why?
    Peninggian badan jalan sekitar 20 hingga 30 sentimeter dilakukan untuk menangani genangan. Material menumpuk karena motor grader mengalami gangguan ketika mulai meratakan agregat.
  • How?
    Material dipindahkan sementara ke sisi timur sambil menunggu perbaikan motor grader. Jalan sementara dibuka bagi kendaraan menuju utara, sedangkan arah selatan dialihkan ke jalur alternatif.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di Jalan Bratang Binangun, Surabaya, ada tumpukan pasir besar di jalan. Alat besar untuk meratakannya rusak. Jadi mobil dan motor jadi susah lewat. Pak Dedy minta maaf. Jalan sekarang hanya boleh dipakai ke arah utara. Petugas mau memindahkan pasir dan memperbaiki alatnya malam ini.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di balik gangguan sementara, pekerjaan di Jalan Bratang Binangun menunjukkan upaya penanganan genangan melalui peninggian badan jalan setelah saluran di kedua sisi selesai dibangun. DSDABM juga mengakui ketidaknyamanan, berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengatur lalu lintas, serta menyiapkan pemindahan material sambil menunggu alat berat diperbaiki.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Gundukan pasir dan material agregat yang menggunung di tengah Jalan Bratang Binangun, Surabaya, bikin pengguna jalan harus ekstra waspada. Material yang seharusnya digunakan untuk meninggikan badan jalan itu justru menghambat arus lalu lintas setelah alat berat yang disiapkan untuk meratakannya mengalami kerusakan.

Kabid Jalan dan Jembatan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya, Dedy Purwito mengakui, keberadaan tumpukan material tersebut mengganggu kenyamanan pengguna jalan. Ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya pengendara yang melintas di Jalan Bratang Binangun.

Dedy menjelaskan, material agregat itu didatangkan pada Rabu (4/11/2026) malam untuk mendukung proyek peninggian badan jalan. Pekerjaan tersebut dilakukan setelah pembangunan saluran di sisi kiri dan kanan jalan selesai.

"Jadi setelah salurannya dikerjakan kiri dan kanan selesai, jalan ditinggikan kurang lebih sekitar 20 sampai 30 senti untuk penanganan genangan," ujarnya dikonfirmasi, Kamis (5/11/2026).

Namun, pekerjaan yang direncanakan berlangsung malam hari itu tak berjalan mulus. Motor grader atau alat berat untuk meratakan material justru mengalami gangguan saat mulai bekerja. Akibatnya, sebagian material di sisi utara baru sempat diratakan, sementara sisanya masih menumpuk di badan jalan.

Dedy mengatakan, alat berat tersebut masih dalam proses perbaikan. Jika perbaikan selesai, pihaknya berharap proses perataan bisa dilanjutkan pada Kamis (5/11/2026) malam.

Sambil menunggu alat berat kembali berfungsi, DSDABM berkoordinasi dengan Polsek Gubeng untuk mengatur arus lalu lintas. Tumpukan material rencananya dipindahkan sementara ke sisi timur agar tidak terlalu mengganggu kendaraan yang melintas.

"Untuk siang ini kita tidak boleh meratakan dulu. Kita diminta meminggirkan gundukan-gundukan material ini ke arah timur supaya arus lalu lintas lancar," jelasnya.

Dedy menambahkan, berdasarkan koordinasi dengan kepolisian, Jalan Bratang Binangun sementara hanya dibuka untuk kendaraan yang melaju ke arah utara. Sementara arus ke arah selatan belum diizinkan melintas dan harus menggunakan jalur alternatif.

Ia memastikan sosialisasi pekerjaan telah dilakukan kepada masyarakat melalui kelurahan dan kecamatan setempat.

Sementara itu, Kepala DSDABM Surabaya, Hidayat Syah, menjelaskan bahwa material agregat yang telah digelar membutuhkan waktu untuk dipadatkan sebelum masuk tahap pengaspalan. Proses tersebut setidaknya memerlukan waktu 24 jam.

"Minimal 24 jam, bagusnya itu dua hari, jadi biar benar-benar padat," katanya.

Sehingga, pekerjaan pada Kamis malam masih difokuskan pada perataan material, bukan pengaspalan. Pengaspalan baru dilakukan setelah ketinggian badan jalan mencapai target sekitar 20 hingga 30 sentimeter dan material cukup padat.

Curated For You

Editorial Team

Related Article