Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Minat Pekerja Migran di Tulungagung Cukup Tinggi

Minat Pekerja Migran di Tulungagung Cukup Tinggi
ilustrasi pekerja migran (unsplash.com/Bing Hui Yau)
Share Article

Tulungagung, IDN Times - Minat masyarakat Tulungagung bekerja ke luar negeri sebagai pekerja migran Indonesia (PMI) tetap tinggi. Bahkan nilai remiten PMI asal Kabupaten Tulungagung naik Rp2,4 Triliun. Mayoritas pencari kerja mendapatkan penempatan sebagai PMI. Negara Taiwan, Hongkong, Korea Selatan dan Jepang menjadi daerah favorit PMI asal Tulungagung.

1. Mayoritas pencari kerja diterima sebagai PMI

ilustrasi pekerja bangunan (pexels.com/Zahid Iqbal)
ilustrasi pekerja bangunan (pexels.com/Zahid Iqbal)

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Tulungagung, Agus Santoso mengatakan, pada 2024 tercatat ada sebanyak 4.147 pencari kerja di Kabupaten Tulungagung. Dari jumlah ini sebanyak 3.571 pencari kerja sudah mendapatkan penempatan. Mayoritas mereka bekerja di luar negeri sebagai PMI. Total terdapat 3.405 pekerja mendapatkan pekerjaan di luar negeri. "Untuk pencari kerja yang ditempatkan dalam negeri hanya 166 orang," ujarnya, Minggu (2/2/2025).

2. Jumlah PMI menurun dibanding sebelum covid 19

Kepala Disnakertrans Tulungagung, Agus Santoso. IDN Times/ Bramanta Pamungkas
Kepala Disnakertrans Tulungagung, Agus Santoso. IDN Times/ Bramanta Pamungkas

Meski PMI mendominasi penempatan pencari kerja 2024, jumlah PMI Tulungagung termasuk menurun jika dibandingkan sebelum pandemi Covid-19. Sebelum Covid-19 jumlah PMI asal Tulungagung mencapai 6.000 orang lebih. Menurunnya jumlah PMI bukan karena minatnya yang rendah, namun karena pemerintah Indonesia mengeluarkan monatorium kebeberapa negara penempatan. "Selain itu, beberapa negara juga memperlakukan PMI kurang manusiawi. Maka dari itu dilakukan pembatasan PMI bekeja di negara itu," paparnya.

3. Berimbas terhadap reminten dari luar negeri

Ilustrasi uang (pixabay.com/Bru-nO)
Ilustrasi uang (pixabay.com/Bru-nO)

Menurut Agus, PMI asal Tulungagung paling banyak bekerja di negara Taiwan, Hongkong, Jepang dan Korea Selatan. Tingginya angka PMI ini membuat angka remiten juga mengalami kenaikan. Pada 2024 total reminten PMI Tulungagung naik Rp 200 Miliar. "Pada 2023 remiten PMI hanya sekitar Rp 2,1 triliun, dan 2024 rimiten PMI Tulungagung naik menjadi Rp 2,4 triliun," pungkasnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bramanta Putra
EditorBramanta Putra

Latest News Jawa Timur

See More

Polisi Buru Pelaku Pembunuhan Perempuan di Putat Jaya Surabaya

27 Jun 2026, 19:55 WIBNews