Malang, IDN Times - Ratusan orang berpakaian hitam-hitam melakukan aksi demonstrasi bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda pada Rabu (28/10/2026) di Kantor DPRD Kota Malang. Meskipun Kota Malang diguyur hujan deras sejak siang, massa tetap melakukan aksi pada pukul 15.00 WIB di tengah guyuran hujan. Aksi ini sebagai respons terhadap berbagai isu pada dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.
Meski Diguyur Hujan, Ratusan Orang Tetap Berdemo di Kantor DPRD Malang

Take a Deeper Read
1. Keadaan ekonomi jadi sorotan para demonstran
Salah seorang demonstran, Wahyudi mengungkapkan kalau ekonomi Indonesia sedang tidak baik-baik saja karena harga-harga bahan pokok yang melambung tinggi. Ini diperparah dengan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi. Tapi masyarakat masih dibebankan tagihan pajak, biaya pendidikan, dan kesehatan yang mahal.
"Kami menuntut lapangan kerja yang layak dan berkualitas, naikkan upah, hapus sistem kontrak dan alih daya. Berikan tanah, modal, dan teknologi untuk kaum tani, nelayan, dan kaum miskin kota," terangnya.
Ia juga melihat bahwa keterpurukan ekonomi ini disebabkan oleh pemborosan anggaran APBN pada program-program yang tidak jelas. Oleh karena itu, mereka juga menuntut evaluasi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan menghentikan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
2. Pemerintah dituntut untuk menetapkan karhutla sebagai Bencana Nasional
Wahyu juga melihat bahwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah menyebabkan kerugian dan korban jiwa. Tapi pemerintah terkesan tidak serius dalam menangani karhutla yang terjadi di Sumatra, Kalimantan, Jawa, sampai Papua.
"Kami juga menuntut agar pemerintah menetapkan karhutla sebagai Bencana Nasional. Sekaligus pulihkan korban, cabut izin, dan sanksi perusahaan," jelasnya.
3. Massa juga menuntut pembubaran Yon TP
Lebih lanjut, massa juga menuntut agar pemerintah mengembalikan militer ke barak. Kemudian juga menuntut pembubaran Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yon TP). Termasuk adili pelanggar HAM Berat.
"Kami juga menyerukan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk membangun komite perlawanan rakyat. Agar bisa terus melawan penindasan dan rebut kekuasaan," pungkasnya.
Curated For You
- Perempuan Penggerak Koperasi Tangguh di Tepi Rel20 Oct 2026, 09:20 WIB
- Demo di Hari Sumpah Pemuda, Amnesty Minta Kepolisian Tak Represif28 Oct 2026, 15:29 WIB
- Dipa Andika Bongkar Soal Perizinan dan Produksi Operasi Pesta Copet di Pestapora04 Sep 2026, 08:59 WIB