Menhaj Bilang Kondisi Asrama Haji Surabaya Perlu Perbaikan

- Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menyoroti kondisi Asrama Haji Sukolilo Surabaya yang dinilai masih kurang layak dan membutuhkan perbaikan demi kenyamanan calon jemaah.
- Irfan memastikan proses renovasi dilakukan bertahap, tidak hanya menjelang musim haji, agar seluruh fasilitas siap 100 persen pada penyelenggaraan haji tahun depan.
- Tercatat 43.625 calon jemaah haji akan berangkat dari Asrama Haji Embarkasi Surabaya mulai 21 April 2026, dengan usia termuda 14 tahun dan tertua mencapai 105 tahun.
Surabaya, IDN Times - Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf mengkritisi kondisi Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Padahal calon jemaah haji (CJH) akan mulai tiba di asrama pada 21 April 2026 nanti.
Irfan mengatakan, kondisi Asrama Haji Sukolilo Surabaya disebut masih kurang bagus. Proses perbaikan dilakukan secara bertahap untuk menjamin kenyamanan dan keamanan calon jemaah.
"Asrama Haji Sukolilo memang kami terima dari Kemenag itu masih banyak yang kurang bagus, tapi berkat kerja sama dari semua pihak, termasuk dengan provinsi kita sudah sedikit-sedikit kita perbaiki," ujarnya saat pelantikan Panitia Penyelengara Ibadah Haji (PPIH) di Asrama Haji Surabaya, Jumat (17/4/2026).
Irfan memastikan, perbaikan tidak hanya dilakukan saat musim haji datang, tetapi terus berlanjut. Dengan begitu, pada musim haji tahun depan seluruh seluruh fasilitas di Asrama Haji Surabaya sudah lebih baik.
"Karena waktunya sangat mepet sebagian kecil kita perbaiki, nanti setelah pasca proses haji kita lanjutkan perbaikannya, sehingga kita harapkan tahun depan semuanya sudah 100 persen siap," ungkap dia.
Dia menambahkan, proses perbaikan dilakukan lantaran beberapa fasilitas saat ini belum bisa digunakan. "Harus kami akui tahun ini sebagian masih belum bisa kita gunakan," pungkas Irfan.
Seperti diketahui, sebanyak 43.625 calon jemaah haji (CJH) akan berangkat ke Tanah Suci dari Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES). Jemaah tertua berusia 105 tahun dan termuda 14 tahun.
43 ribu jemaah jemaah itu secara bertahap akan mulai berdatang ke AHES pada 21 April 2026. Selanjutnya, mereka berangkat ke Saudi Arabia dari Bandara Juanda pada 22 April 2026.















