Masih Ada 900 Motor di Polrestabes Surabaya Belum Diambil Pemiliknya

- Lebih dari 900 kendaraan hasil curian di Bazar Ranmor Polrestabes Surabaya belum diambil pemiliknya sejak Rabu (21/1/2026).
- Hingga Senin (26/1/2026), baru 52 kendaraan yang diambil pemiliknya dari total 1.050 unit kendaraan yang ada.
- Pemilik yang merasa motornya dicuri diminta untuk mengecek kegiatan bazar motor polrestabes dengan membawa dokumen kepemilikan hingga 30 Januari 2026.
Surabaya, IDN Times - Masih ada lebih dari 900 kendaraan hasil curian di Bazar Ranmor Polrestabes Surabaya yang belum juga diambil pemilknya. Padahal bazar tersebut telah digelar sejak Rabu (21/1/2026).
Kasi Humas Polrestabes Surabaya, AKP Hadi Ismanto mengatakan, hingga Senin (26/1/2026) ada 52 kendaraan yang telah diambil pemilknya. Sementara total seluh kendaraan yang ada di Polrestabes Surabaya mencapai 1.050 unit. Dari jumlah tersebut ada juga yang merupakan barang bukti hasil penindakan balap liar.
"Kendaraan yang sudah diambil, hari Rabu 27 unit, hari Kamis 13, hari Jumat 11, hari Sabtu 1, total (yang sudah diambil) 52 unit," ujarnya kepada IDN Times.
Untuk itu, Hadi mengimbau kepada masyarakat yang merasa motornya pernah dicuri agar segera mengecek di link yang telah disediakan Polrestabes Surabaya. Bazar Ranmor digelar hingga 30 Januari 2026.
"Agar masyarakat yang merasa pernah kehilangan motor bisa mengecek ke giat bazar motor polrestabes dengan membawa dokumen kepemilikan," pungkas dia.
Seperti diberitakan sebelumnya, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luhtfie Sulistiawan mengatakan, 1.050 motor itu hasil pengungkapan selama tahun 2025. Setidaknya dalam satu tahun terakhir ada sebanyak 540 kasus curanmor yang ditangani Polrestabes Surabaya
"Untuk pelakunya total ada 470 yang sudah kita proses dan kendaraan secara keseluruhan ini ada 1050 unit," ungkap dia.
Pemilik kendaraan yang merasa kendaraannya hilang bisa datang langsung ke Polrestabes Surabaya untuk mencari motornya. Pemilik hanya perlu membawa BPKB dan STNK asli.
"Kita sudah koordinasikan dengan kejaksaan karena bahwa kendaraan ini kan dibutuhkan oleh pemiliknya ya oleh masyarakat sehingga kemarin kita koordinasi ini bisa dipinjam pakai dulu. Nanti untuk proses di persidangan mungkin bisa menggunakan dokumen dokumennya saja gitu," jelasnya.
Luthfie memastikan pengambilan kendaraan ini gratis tidak dipungut biaya. Bahkan, pihaknya juga memberikan pemasangan 30 unit alarm motor gratis.
"Kalau ada yang meminta biaya, saya akan kembalikan 10 kali lipat," pungkas polisi melati tiga ini.


















