Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Banjir Situbondo Rusak Irigasi, Khofifah Target Rampung 3 Hari

IMG-20260125-WA0042.jpg
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat tinjau lokasi terdampak banjir di Situbondo. Dok. Pemprov Jatim.
Intinya sih...
  • Banjir di Situbondo merusak irigasi dan mengancam aktivitas pertanian di 8 desa.
  • Gubernur Jatim, Khofifah, memerintahkan perbaikan irigasi dalam 3 hari untuk memulihkan suplai air ke lahan pertanian.
  • Perbaikan melibatkan 31 personel, alat berat, pipa berdiameter 20 inci, dan normalisasi Sungai Lobawang untuk mencegah banjir susulan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Situbondo, IDN TimesBanjir yang melanda Kabupaten Situbondo pada 21 Januari 2026 menyebabkan kerusakan saluran irigasi sepanjang sekitar 15 meter dan mengakibatkan terputusnya suplai air ke lahan pertanian di delapan desa. Dampak tersebut mengancam keberlangsungan aktivitas pertanian di wilayah terdampak.

Merespons kondisi itu, Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa menginstruksikan jajarannya untuk segera melakukan perbaikan saluran irigasi yang rusak. Penanganan pascabanjir tersebut ditargetkan rampung dalam waktu tiga hari.

“Perbaikan irigasi ini kami pastikan segera diselesaikan dalam tiga hari ini agar aliran air ke lahan pertanian kembali normal dan aktivitas petani tidak terganggu,” ujar Khofifah di Surabaya, Minggu (25/1/2026).

Khofifah menegaskan, langkah cepat tersebut merupakan bentuk komitmen pemprov alam menangani dampak bencana, khususnya pada infrastruktur pengairan yang berpengaruh langsung terhadap sektor pertanian dan ketahanan pangan.

Perbaikan saluran irigasi dijadwalkan berlangsung pada 24 hingga 26 Januari 2026. Proyek ini ditujukan untuk memulihkan suplai air ke lahan pertanian seluas 1.336 hektare yang tersebar di delapan desa, yakni Desa Gunung Putri, Selomukti, Trebungan, Sumberpinang, Mlandingan, Selowogo, Bungatan, dan Pasir Putih.

Dalam proses perbaikan, Pemprov Jatim menurunkan 31 personel dengan dukungan alat berat dan logistik, antara lain satu unit ekskavator standar, dua unit self loader, satu unit truck crane, dua unit dump truck, 12 lonjor pipa berdiameter 20 inci, serta 400 lembar sandbag untuk memperkuat struktur sementara dan mencegah kerusakan lanjutan.

Sebagai langkah penanganan darurat, Pemprov Jatim sebelumnya telah memasang pipa sepanjang enam meter dengan diameter 20 inci sebanyak 12 buah agar fungsi saluran irigasi tetap berjalan sementara.

Selain perbaikan irigasi, Khofifah juga mengarahkan tim teknis untuk melakukan penanganan lanjutan berupa normalisasi Sungai Lobawang. Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan kapasitas sungai dan meminimalkan risiko banjir susulan di wilayah Situbondo.

“Normalisasi Sungai Lobawang akan menjadi bagian dari langkah lanjutan agar kapasitas sungai meningkat dan potensi banjir ke depan bisa ditekan. Ini adalah ikhtiar bersama untuk melindungi masyarakat dan menjaga keberlanjutan pertanian,” pungkasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More

Polda Jatim Selidiki Dugaan Penipuan Investasi Kripto Rp900 Juta

25 Jan 2026, 11:21 WIBNews