Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Malang Raya Kompak Tambah Kasus COVID-19

Malang Raya Kompak Tambah Kasus COVID-19
Data terbaru penambahan kasus positif COVID-19 di Kota Batu. Dok/Humas Pemkot Batu
Share Article

Malang, IDN Times - Penambahan kasus positif COVID-19 di Malang Raya pasca Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) justru semakin besar. Hingga kini total kasus di wilayah Malang Raya mencapai 178 kasus.

Rinciannya, Kabupaten Malang dengan 90 kasus, diikuti Kota Malang dengan 53 kasus, dan Kota Batu dengan 35 kasus.

Dalam beberapa hari terakhir terdapat penambahan kasus cukup signifikan, terutama untuk Kota Batu yang dalam dua hari terdapat penambahan 21 kasus. 

1. Desa Giripurno kembali tambah kasus

Detail sebaran kasus positif COVID-19 di Kota Batu. Desa Giripurno menjadi penyumbang kasus terbanyak. Dok/ Humas Pemkot Batu
Detail sebaran kasus positif COVID-19 di Kota Batu. Desa Giripurno menjadi penyumbang kasus terbanyak. Dok/ Humas Pemkot Batu

Kasus penambahan tertinggi muncul dari Desa Giripurno, Kota Batu. Dalam dua hari terakhir, Desa Giripurno terdapat 18 kasus baru. Tambahan kasus baru tersebut berasal dari warga yang sebelumnya dilakukan swab test pasca reaktif rapid test.

Transmisi lokal yang terjadi di Desa Giripurno berasal dari pedagang sayur yang kerap mengirimkan dagangannya ke zona merah seperti Surabaya. Mereka juga sempat berinteraksi dengan pedagang pasar lain yang menjadi awal penyebaran kasus seperti di Pasar Pujon dan Karangploso. 

"Ada penambahan 7 kasus baru di Kota Batu. Lima orang dari desa Giripurno dan dua orang dari Beji," terang Jubir Satgas COVID-19 Kota Batu, Kamis (3/6). 

2. Kabupaten dan Kota Malang Juga tambah kasus

Walikota Malang, Sutiaji (bermasker hitam) didampingi pejabat Pemkot Malang saat meninjau rapid test yang dilakukan di salah satu pasar di Kota Malang. Malang Raya memutuskan untuk tidak memperpanjang pemberlakukan PSBB. Dok/ Humas Pemkot Malang
Walikota Malang, Sutiaji (bermasker hitam) didampingi pejabat Pemkot Malang saat meninjau rapid test yang dilakukan di salah satu pasar di Kota Malang. Malang Raya memutuskan untuk tidak memperpanjang pemberlakukan PSBB. Dok/ Humas Pemkot Malang

Selain Batu, Kota Malang dan Kabupaten Malang juga kompak muncul kasus baru. Untuk Kota Malang terdapat dua tambahan kasus baru dan Kabupaten Malang muncul lima kasus baru dalam dua hari terakhir.

Penambahan kasus positif di Kabupaten Malang juga sebagian besar berasal dari transmisi lokal. Beberapa lokasi yang menjadi titik transmisi lokal di Kabupaten Malang ada di Singosari dan Karangploso. 


"Untuk yang tidak mengalamu gelaja klinis maka diminta Isolasi mandiri. Tapi yang ada gejala harus menjalani perawatan di rumah sakit," papar Aniswati, Jubir Satgas COVID-19 Kabupaten Malang. 

3. Tambahan kasus positif di Kota Malang dari keluarga pasien

Wali Kota Malang saat meninjau penerapan aturan ganjil genap di Pasar Kota Malang. Dok/ Humas Pemkot Malang
Wali Kota Malang saat meninjau penerapan aturan ganjil genap di Pasar Kota Malang. Dok/ Humas Pemkot Malang

Sementara tambahan kasus baru di Kota Malang berasal dari hasil tracing terhadap keluarga pasien positif COVID-19 sebelumnya. Dua tambahan kasus positif merupakan istri dan mertua dari pasien positif COVID-19 yang sudah menjalani perawatan. Kini mereka harus menjalani perawatan intensif dibawah pengawasan tim Satgas COVID-19 Kota Malang. 


"Tambahan kasus dari keluarga pasien sebelumnya," terang Kabag Humas Pemkot Malang, Nur Widianto. 

4. Pasien sembuh juga bertambah

Sebaran kasus COVID-19 di Kota Malang. Dok/Pemkot Malang
Sebaran kasus COVID-19 di Kota Malang. Dok/Pemkot Malang

Selain tambahan kasus positif COVID-19, Kota Malang juga menambah jumlah pasien yang sembuh. Untuk Kota Malang terdapat tambahan empat pasien sembuh dengan rincian dua warga Kedungkandang, satu warga Lowokwaru dan satu tenaga kesehatan. Tambahan empat pasien sembuh tersebut membuat total sudah ada 21 orang yang dinyatakan sembuh dari COVID-19 di Kota Malang. 


"Tambahan pasien sembuh ini dari dua wilayah berbeda dan satu tenaga kesehatan," tandas Nur Widianto. 

Share Article
Topics
Editorial Team
Faiz Nashrillah
EditorFaiz Nashrillah

Latest News Jawa Timur

See More

Mendaki Semeru via Jalur Ilegal, 1 Orang Dilaporkan Terperosok Jurang

03 Jun 2026, 15:45 WIBNews