Surabaya, IDN Times - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soetomo Surabaya menjelaskan soal kronologi terjadinya keracunan massal yang dialami 172 peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (Unair) dan 6 karyawan pada Senin (28/9/2026). Diketahui, mereka keracunan usai makan nasi kotak.
Kabag Diklat RSUD Dr Soetomo Surabaya, dr Astindari mengatakan, makanan tersebut datang di FK Unair pukul 09.00 WIB. Kemudian, makanan diantar ke Gedung Pusat Diagnostik Terpadu (GPDT) lantai 7 RSDS Surabaya.
"Jam 09.15 dinaikkan ke GPDT lantai 7 tempat pengerjaan. Kemudian jam 09.30 ditata di meja dalam hall GPDT," ujarnya saat konferensi pers di RSDS Surabaya, Selasa (29/9/2026).
Pukul 11.30 WIB nasi kotak mulai dibagikan ke peserta. Makanan tersebut dikonsumsi sesaat setelah dibagikan.
"Dan gejala yang dialami PPDS, onset-nya itu mulai kurang lebih 30 menit sampai 4 jam setelah mengonsumsi makanan tersebut," ungkapnya.
Direktur RSUD dr Soetomo Surabaya, Prof Cita Rosita Sigit Prakoeswa, mengatakan bahwa menu dalam kotak tersebut berisi nasi, daging, telur rebus hingga sayur acar. Nasi kotak berasal dari vendor catering di Sidoarjo. "Teman-teman yang makan sayur dan telur itu aman," ungkap dia.
Dia belum bisa memastikan apa penyebab keracunan, sebab saat ini masih dilakukan pemeriksaan laboratorium. Di samping itu, pihaknya juga memastikan seluruh korban telah mendapatkan penanganan.
"Tentu saja nanti kalau hasil laboratorium sudah keluar, kami akan berkoordinasi dari Humas maupun dari FK dengan pimpinan universitas juga tentang tindak lanjutnya. Tapi sementara kami memang tidak bisa gegabah dalam hal ini. Kami sepenuhnya menunggu laporan dari lembaga penguji," ungkap dia.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak 172 peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) diduga mengalami keracunan makanan saat mengikuti kegiatan Pra-pendidikan (Pradik) di RSUD Dr. Soetomo Surabaya, Senin (28/9/2026).
Dari total 289 peserta yang mengikuti kegiatan di Gedung Pusat Diagnostik Terpadu (GPDT) lantai 7 tersebut, ratusan peserta mengeluhkan gejala seperti mual, muntah, dan pusing.
Dugaan sementara, gangguan kesehatan itu berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi peserta selama kegiatan.
