Surabaya, IDN Times -Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan, Pemprov Jawa Timur telah menyiapkan langkah strategis menjadikan Jawa Timur sebagai lumbung Talent DNA. Hal ini untuk memetakan potensi yang dimiliki peserta didik. Pendekatan ini memungkinkan identifikasi bakat unggul secara lebih dini dan presisi, baik di bidang pertanian, kehutanan, peternakan, teknologi, desain, sosial, budaya maupun bidang lainnya.
"Banyak anak-anak kita sesungguhnya memiliki potensi besar, tetapi belum tereksplor. Kita tidak ingin satu pun anak kehilangan potensi efektifnya. Dengan pemetaan Talent DNA, kita ingin memastikan setiap anak memiliki harapan, arah, dan peluang untuk menguasai masa depannya," ujar Khofifah saat acara rangkaian pelantikan pengurus DPD BMPS Jatim di Dinas Pendidikan Jatim, Sabtu (24/1/2025).
"Maka dengan ikhtiar yang sudah kita lakukan ini, Jawa Timur Insya Allah akan menjadi pionir lumbung talent DNA nasional," imbuh Khofifah.
Khofifah mengatakan, lumbung Talent DNA merupakan bagian dari mendukung program Jatim Cerdas. Melalui Jatim Cerdas, pembangunan pendidikan tidak hanya diarahkan pada peningkatan akses dan partisipasi sekolah, tetapi juga pada upaya sistematis untuk menggali, menumbuhkan, dan mengoptimalkan potensi setiap peserta didik sesuai bakat dan keunggulannya masing-masing.
"Jatim Cerdas kita bangun dengan memastikan tidak ada satu pun anak kehilangan potensi masa depannya. Setiap anak memiliki kekuatan dan keunggulan yang harus kita temukan dan kembangkan bersama," katanya.
Dalam mendukung pengembangan potensi tersebut, Pemprov Jawa Timur telah menyiapkan langkah strategis menjadikan Jawa Timur sebagai lumbung Talent DNA.
Selain penguatan Talent DNA, Pemprov Jawa Timur juga menjalin kerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dalam pengembangan talenta digital. Melalui kolaborasi tersebut, sebanyak 2.600 tenaga pendidik se-Jawa Timur telah mendapatkan pelatihan pengembangan talenta digital, khususnya di bidang Artificial Intelligence (AI).
Dengan jumlah penduduk yang besar, keragaman satuan pendidikan, serta dukungan ekosistem industri dan ekonomi kreatif yang terus berkembang, Jawa Timur dinilai memiliki kapasitas kuat untuk menjadi episentrum lahirnya talenta digital unggul.
"Jawa Timur Insya Allah juga siap menjadi lumbung talenta digital nasional. Karena Jatim adalah provinsi pertama yang menjadi mitra Komdigi,” tegasnya.
“Oleh karena itu, pengelolaan talenta harus kita tingkatkan, dimulai dari pendidikan, dilakukan secara terencana, berbasis data, serta terhubung dengan kebutuhan industri dan arah pembangunan nasional," imbuh Khofifah.
Pada kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya pendidikan sebagai persemaian nilai toleransi, kebangsaan, dan kemanusiaan.
Ia juga mengapresiasi kehadiran dan kontribusi berbagai organisasi pendidikan lintas agama dan budaya yang selama ini turut menjaga harmoni sosial di bumi Majapahit.
"Keberagaman adalah keniscayaan sekaligus rahmat. Harmoni itu harus dibangun sejak usia dini, dari PAUD hingga perguruan tinggi, melalui pembiasaan saling menghormati dan menghargai. Inilah kekuatan Indonesia," pungkasnya.
