Surabaya, IDN Times - Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia menanggapi santai rilis lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang menunjukkan adanya penurunan tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo Subianto hingga 30 persen dari tahun lalu sebesar 81,2 persen menjadi 51,1 persen di tahun ini.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI, Muhammad Qodari mengatakan, naik turun hasil survei merupakan hal yang biasa. Ini merupakan sesuatu yang dinamis sesuai dengan opini publik yang sedang berkembang.
"Pertama, yang namanya survei itu dia potret opini publik, dia dinamis, bisa naik, bisa turun. Jadi, kalau kemarin beberapa bulan yang lalu seperti di laporan SMRC itu 80 persen sekarang 50 persen, ya, Insyaallah nanti 80 persen lagi," ujar Qodari di Surabaya, Selasa (28/7/2026).
Di samping itu, pihaknya masih menunggu hasil riset dari lembaga lain sebagai bahan pembanding. Menurutnya, jika ditinjau dari indikator makro, kondisi fundamental ekonomi dan stabilitas politik nasional saat ini sebenarnya berada dalam tren yang sangat positif.
"Pertumbuhan ekonomi 5,61 persen kemudian inflasi kita juga terkendali 3 persen. Saya dapat informasi dari Ketua LPS, Pak Anggito Abimanyu, bahwa tingkat pertumbuhan tabungan masyarakat masih tinggi."
Kemudian, situasi politik di Indonesia saat ini juga dinilai kokoh. Mayoritas partai politik di Indonesia mendukung program Presiden Prabowo.
"Secara politik juga kita sangat kokoh, koalisinya besar, semua semua mendukung program-program dari Bapak Presiden," ungkap dia.
Qodari menuturkan, masyarakat seharunya melihat realita yang ada di lapangan. Ia mengklaim banyak program-program Presiden Prabowo yang telah berhasil meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Dan kita lihat pada hari ini bagaimana apa yang direncanakan dan dicita-citakan menjadi kenyataan, begitu. Jadi, kita harusnya dengan realisasi, dengan capaian-capaian yang sudah begitu banyak, mulai dari swasembada pangan, tingkat kesejahteraan petani yang meningkat," tuturnya.
Meski demikian, pemerintah tidak menutup mata atas hasil kajian yang ada. Survei SMRC juga akan menjadi pertimbangan bagi pemerintah untuk melakukan perbaikan.
"Kita melihat perkembangan ke depan, tetapi kita menerima dan merespons semua masukan sebagai sesuatu yang berharga untuk melakukan perbaikan kinerja," pungkasnya.
Sevbelumnya, Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis hasil survei nasional bertajuk 'Kondisi Ekonomi Politik dan Approval Rating Presiden' yang dilakukan pada 5–19 Juli 2026.
Survei melibatkan 749 responden yang mewakili warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih, terdiri atas 605 responden yang diwawancarai melalui telepon menggunakan metode double sampling, dan 144 responden yang diwawancarai secara tatap muka menggunakan metode stratified multistage random sampling. Sampel dipilih secara acak dengan margin of error ±3,7 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Hasil survei menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto mengalami penurunan tajam dibanding sembilan bulan sebelumnya.
SMRC mencatat tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo turun dari 81,2 persen pada survei November 2025 menjadi 51,1 persen pada Juli 2026. Dengan demikian, tingkat kepuasan turun sekitar 30,1 poin persentase dalam kurun waktu sembilan bulan.
