Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kemiskinan Madiun Diklaim Turun, Banyak Warga Hidup Tanpa Rumah Layak

Istimewa
Ilustrasi potret warga hutan jati Madiun yang tinggal di rumah belum kayak. IDN Times/Riyanto.
Intinya sih...
  • Data Maret 2025 menunjukkan persentase penduduk miskin di Kabupaten Madiun berada di angka 10,40 persen atau setara 71,59 ribu jiwa
  • Ribuan keluarga kategori desil 1 di Kabupaten Madiun masih menghuni Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), terutama di Kecamatan Saradan, Pilangkenceng, dan Gemarang.
  • Puluhan keluarga masih hidup tanpa listrik
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Madiun, IDN Times Pemerintah Kabupaten Madiun mencatat penurunan angka kemiskinan dalam beberapa tahun terakhir. Secara statistik, tren tersebut kerap disebut sebagai capaian positif. Namun, di balik klaim penurunan itu, kondisi hidup ribuan warga yang tinggal di kawasan hutan jati masih jauh dari kata layak.

Mulai dari rumah tak layak huni hingga belum meratanya akses listrik, kemiskinan di Madiun tak hanya soal angka, tetapi juga soal kualitas hidup yang belum sepenuhnya terangkat.

1. Angka kemiskinan turun, tapi masih menyisakan puluhan ribu warga

Riyanto
Ilustrasi potret warga hutan jati Madiun yang tinggal di rumah belum kayak. IDN Times/Riyanto.

Data Maret 2025 menunjukkan persentase penduduk miskin di Kabupaten Madiun berada di angka 10,40 persen atau setara 71,59 ribu jiwa. Angka tersebut memang mengalami penurunan dibanding periode sebelumnya.

Namun, penurunan persentase ini belum otomatis membuat kehidupan warga paling bawah menjadi lebih ringan. Sebagian masih bertahan dengan penghasilan tak menentu dan kebutuhan dasar yang sulit terpenuhi.

“Kalau dibilang miskin turun, mungkin iya di data. Tapi di lapangan ya begini, hidup masih pas-pasan,” ujar Sutrisno (52), warga Kecamatan Pilangkenceng, yang sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan.

2. Ribuan keluarga masih menghuni rumah tak layak

Riyanto
Ilustrasi potret warga hutan jati Madiun yang tinggal di rumah belum kayak. IDN Times/Riyanto.

Potret kemiskinan paling nyata terlihat dari kondisi tempat tinggal. Berdasarkan infografis Agustus 2025, ribuan keluarga kategori desil 1 di Kabupaten Madiun masih menghuni Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Kecamatan Saradan tercatat sebagai wilayah dengan jumlah keluarga terbanyak, yakni 2.248 keluarga, disusul Pilangkenceng sebanyak 2.109 keluarga dan Gemarang dengan 1.472 keluarga.

Di salah satu sudut Desa di Kecamatan Saradan, Sarmi (47) mengaku rumah yang ia tempati bersama keluarganya sudah bertahun-tahun bocor saat hujan.

“Kalau hujan deras, air masuk semua. Atapnya sudah lapuk, tapi mau benerin belum ada biaya,” katanya pelan.

3. Puluhan keluarga masih hidup tanpa listrik

Riyanto
Ilustrasi potret warga hutan jati Madiun yang tinggal di rumah belum kayak. IDN Times/Riyanto.

Selain rumah tak layak, persoalan listrik juga masih membayangi sebagian warga. Sebanyak 36 keluarga di Kabupaten Madiun tercatat belum menikmati aliran listrik, terutama di Kecamatan Gemarang, Kare, dan Wungu.

Kondisi tersebut dirasakan langsung oleh Rukmini (39), warga Kecamatan Kare, yang masih mengandalkan lampu minyak di malam hari.

“Kalau malam ya gelap. Anak-anak belajar seadanya. Kalau ada listrik, pasti jauh lebih enak,” ujarnya.

Bupati Madiun Hari Wuryanto mengakui kondisi tersebut masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah. Ia menyebut Kecamatan Saradan, Pilangkenceng, dan Gemarang akan menjadi prioritas penanganan ke depan, termasuk persoalan anak tidak sekolah.

“Kami akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa untuk memperbaiki validitas data sebagai dasar intervensi program,” ujar Hari.

Angka kemiskinan mungkin sudah tercatat menurun di atas kertas. Namun, bagi sebagian warga Kabupaten Madiun, rumah yang layak dan kehidupan yang terang masih menjadi harapan yang belum sepenuhnya terwujud.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More

Kemiskinan Madiun Diklaim Turun, Banyak Warga Hidup Tanpa Rumah Layak

10 Feb 2026, 15:04 WIBNews