Hi-Tech Mall Dikonsep Jadi Pusat Science hingga Creative Anak Muda

- Pemerintah Kota Surabaya merencanakan Hi-Tech Mal sebagai pusat Science, Creative, and Technology Hub untuk generasi muda.
- Hi-Tech Mal akan menggandeng perguruan tinggi dan Badan Riset dan Inovasi Nasional dalam pengembangan kegiatan riset di kawasan tersebut.
- Revitalisasi eks Hi-Tech Mal dilakukan secara bertahap dengan target tahap awal aktivitas dimulai pada Mei 2026.
Surabaya, IDN Times - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan konsep Hi-Tech Mal sebagai pusat Science, Creative, and Technology Hub. Saat ini, gedung yang sebelumnya dikenal sebagai pusat perbelanjaan teknologi tersebut tengah menjalani proses perbaikan atau revitalisasi.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya, Iman Kristian, mengatakan bahwa Hi-Tech Mal akan difungsikan sebagai ruang produktif bagi generasi muda.
“Bapak Wali Kota secara rutin turun langsung ke lokasi karena memang tujuannya mengaktifkan kembali kawasan ini agar dapat dimanfaatkan oleh anak-anak muda. Kami juga melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) seperti Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar), Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), serta Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida), sekaligus mengundang berbagai komunitas,” ujar Iman, Senin (8/2/2026).
Dalam pengembangannya, eks Hi-Tech Mal akan mengusung konsep Science, Creative, and Technology Hub. Konsep tersebut diharapkan mampu menjadikan kawasan Taman Hiburan Rakyat (THR) sebagai pusat aktivitas berbasis teknologi informasi, riset, dan industri kreatif.
“Sesuai arahan Wali Kota, kami tengah mengembangkan konsep baru. Harapannya, kawasan ini dapat menjadi pusat sains, kreativitas, dan teknologi,” jelasnya.
Pemkot Surabaya juga berencana menggandeng sejumlah perguruan tinggi, di antaranya Universitas Ciputra (UC) melalui Apple University serta Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dengan dukungan Microsoft. Selain itu, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) juga akan dilibatkan dalam pengembangan kegiatan riset di kawasan tersebut.
Sebagai bagian dari penguatan ekosistem kreatif, Pemkot Surabaya merencanakan pemindahan KORIDOR Coworking & Creative Space dari Gedung Siola ke eks Hi-Tech Mal. Rumah Bahasa yang selama ini berlokasi di Balai Pemuda juga direncanakan ikut dipindahkan dan dilengkapi dengan fasilitas perpustakaan.
“Tidak hanya itu, sejumlah organisasi kepemudaan seperti Komunitas Cak dan Ning, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI), serta Karang Taruna akan berkantor di kawasan ini. Konsep besarnya adalah menjadikan eks Hi-Tech Mal sebagai self improvement center bagi masyarakat, khususnya generasi muda Surabaya,” terangnya.
Terkait waktu operasional, Pemkot Surabaya menargetkan tahap awal aktivitas dapat dimulai pada Mei 2026. Namun, mengingat bangunan telah lama tidak digunakan, revitalisasi dilakukan secara bertahap.
“Pada tahap awal, kami fokus pada basement, lantai dasar, dan lantai tiga. Lantai satu dan dua akan menyusul pada tahap berikutnya,” ujarnya.
Secara keseluruhan, gedung eks Hi-Tech Mal memiliki lima lantai. Basement akan difungsikan sebagai toko modern, food court, serta multifunction hall untuk kegiatan komunitas. Lantai dasar tetap mempertahankan toko-toko teknologi informasi dan dilengkapi dengan area makanan dan minuman, seperti coffee shop.
Sementara itu, lantai satu dan dua akan dimanfaatkan sebagai ruang organisasi kepemudaan, studio musik, serta pusat industri kreatif. Di lantai tiga, akan dikembangkan immersive space, yaitu ruang audio visual interaktif yang dapat digunakan untuk pameran kreatif dan pertunjukan seni.
“Selain itu, akan dihadirkan pula fasilitas olahraga seperti padel dan biliar, serta pemanfaatan bekas bioskop sebagai teater pemutaran film karya sineas lokal,” imbuhnya.
Di bagian belakang kawasan, area konser Surabaya Expo Center (SBEC) saat ini telah aktif dan menjadi magnet baru bagi masyarakat. Sementara itu, bekas kolam renang sedang diproses untuk dialihfungsikan menjadi lapangan mini soccer dan fasilitas olahraga lainnya.
“Dengan berbagai konsep tersebut, Pemkot Surabaya optimistis eks Hi-Tech Mal akan kembali hidup sebagai ruang publik modern, pusat kreativitas, dan destinasi baru bagi keluarga di jantung Kota Surabaya,” pungkasnya.

















