Pertamina Minta Tak Perlu Panic Buying, BBM Jatim Diklaim Cukup

- Pertamina Patra Niaga memastikan stok BBM dan LPG di Jawa Timur aman selama arus balik Lebaran 2026 meski konsumsi energi meningkat.
- Data Dinas ESDM Jatim menunjukkan konsumsi harian BBM cukup tinggi, dengan Pertalite mencapai lebih dari 10 ribu kiloliter per hari.
- Ketahanan stok dinilai mencukupi hingga dua minggu, dan masyarakat diimbau tidak melakukan panic buying karena distribusi energi terus dipantau.
Surabaya, IDN Times - Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG di Jawa Timur(Jatim) dipastikan dalam kondisi aman memasuki periode arus balik Lebaran 2026. Hal ini ditegaskan PT Pertamina Patra Niaga seiring meningkatnya konsumsi energi selama periode Ramadan dan Idul Fitri.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyebut konsumsi energi masih sesuai dengan prediksi yang telah disiapkan selama masa Satgas Ramadan dan Idul Fitri.
“Perkiraan konsumsi energi masih sesuai dengan prediksi peningkatan pada masa Satgas Ramadan dan Idul Fitri 2026. Ketersediaan mencukupi, termasuk kebutuhan saat momen arus balik,” ujarnya kepada IDN Times, Kamis (26/3/2026).
Ahad memastikan tidak ada potensi kelangkaan BBM maupun LPG, baik selama arus balik maupun setelah Lebaran. “Iya betul, dijamin tidak ada kelangkaan saat arus balik maupun pasca-Lebaran,” tegasnya.
Kondisi di lapangan juga menunjukkan hal serupa. Salah satu SPBU di perbatasan Lamongan - Gresik memastikan stok BBM dalam kondisi aman, baik untuk jenis subsidi seperti Pertalite dan Solar, maupun nonsubsidi seperti Pertamax, Pertamax Turbo, hingga Dexlite.
Berdasarkan data koordinasi Dinas ESDM Jatim dengan Pertamina, konsumsi harian BBM di Jawa Timur tercatat cukup tinggi. Pertalite mencapai 10.918 kiloliter per hari, Pertamax 2.179 kiloliter, Pertamax Turbo 92 kiloliter, Solar 6.826 kiloliter, Dexlite 111 kiloliter, serta Pertamina Dex 129 kiloliter.
Sementara itu, ketahanan stok juga dinilai mencukupi. Pertalite memiliki daya tahan sekitar 8–12 hari, Pertamax 8,5–16 hari, Solar hingga 9,3 hari, serta Pertamina Dex dan LPG yang mencapai sekitar 15 hari.
"Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Pertamina memastikan distribusi energi terus dipantau agar tetap lancar di seluruh wilayah Jawa Timur selama periode arus balik Lebaran," pungkasnya.
















