Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kasus ASN Bangkalan Tewas di Parkiran Juanda Mengarah ke Pembunuhan
Evakuasi jenazah perempuan di dalam mobil. Dok. Istimewa.
  • Polisi menyelidiki kematian ASN Pemkab Bangkalan berinisial RYS yang ditemukan tewas di mobil dinas di parkiran Bandara Juanda, dengan indikasi kuat mengarah pada tindak pidana pembunuhan.
  • Hasil autopsi awal menunjukkan luka robek di cuping telinga kiri akibat benda tumpul serta tanda-tanda asfiksia, namun penyebab pasti kematian belum dapat dipastikan karena kondisi tubuh sudah membusuk.
  • Sampel organ dan kuku korban dikirim ke Laboratorium Forensik Polda Jatim untuk pemeriksaan toksikologi, sementara hasil swab memastikan tidak ada sperma dan korban tidak dalam kondisi hamil.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Sidoarjo, IDN Times - Dugaan pembunuhan menguat dalam kasus tewasnya Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Bangkalan berinisial RYS (51), yang ditemukan meninggal dunia di dalam mobil dinas di area parkir Terminal 1 Bandara Internasional Juanda.

Kepolisian memberi sinyal bahwa hasil penyelidikan sementara mengarah pada adanya unsur tindak pidana, meski belum mengungkap secara rinci hasil penyelidikan.

Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo, Kompol Siko Sesaria Putra mengatakan, proses penyelidikan masih terus berlangsung. Polisi belum bersedia membeberkan detail hasil penyidikan dan meminta publik menunggu penyampaian resmi.

"Masih lidik, nanti diinformasikan kalau sudah rilis resmi," ujarnya kepada IDN Times, Senin (29/6/2026).

Indikasi adanya tindak pidana turut diperkuat oleh hasil autopsi sementara yang dilakukan tim forensik Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong. Ketua Tim Humas RS Bhayangkara, AKBP Ni Made Wiatini mengungkapkan, pemeriksaan luar menemukan luka robek pada cuping telinga kiri korban yang disebabkan kekerasan benda tumpul.

"Ditemukan luka robek pada cuping telinga kiri akibat kekerasan benda tumpul," katanya.

Selain luka tersebut, dokter forensik juga menemukan pelebaran pembuluh darah pada kedua selaput lendir kelopak mata serta kebiruan pada selaput lendir bibir atas dan bawah. Menurut Ni Made, temuan itu lazim dijumpai pada korban yang meninggal akibat mati lemas atau asfiksia.

"Kelainan ini lazim ditemukan pada mati lemas atau karena asfiksia," jelasnya.

Pemeriksaan organ dalam juga memperlihatkan lidah, epiglotis, dan saluran napas bagian atas berwarna merah kehitaman. Kondisi serupa ditemukan pada dinding lambung korban. Namun, pembusukan lanjut yang terjadi pada seluruh organ tubuh membuat penyebab pasti kematian belum dapat dipastikan hanya dari hasil autopsi awal.

Tim forensik memperkirakan korban telah meninggal lebih dari dua kali 24 jam atau sekitar dua hingga tiga hari sebelum jasadnya ditemukan di dalam mobil yang terparkir di Bandara Juanda.

Meski menemukan tanda-tanda kekerasan, tim dokter belum dapat menjelaskan mekanisme luka yang dialami korban. Kepastian penyebab kematian masih menunggu hasil pemeriksaan toksikologi yang saat ini dilakukan Laboratorium Forensik Polda Jatim.

Sampel ginjal, lambung beserta isinya, serta kuku jari korban telah dikirim ke laboratorium untuk mengetahui kemungkinan adanya zat tertentu yang berperan dalam kematian korban. Hasil pemeriksaan tersebut diperkirakan keluar dalam waktu sekitar satu pekan.

Selain itu, hasil pemeriksaan swab vagina menyatakan tidak ditemukan sperma. Tim forensik juga memastikan korban tidak sedang hamil, sekaligus meluruskan dugaan awal terkait kondisi perut korban yang tampak membesar saat ditemukan.

Editorial Team

Related Article