Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Karhutla Jatim Bakar 2.117 Hektare, Api Argopuro Masih Terdeteksi
ilustrasi karhutla (pexels.com/Atlantic Ambience)
  • Karhutla di Arjuno-Welirang dan Gunung Argopuro, Jawa Timur, telah membakar total 2.117,8 hektare hingga Minggu pagi, 25 Oktober 2026.

  • Titik api Arjuno-Welirang sudah tidak terpantau radar Sipongi, tetapi kebakaran Argopuro masih menyisakan api di wilayah Situbondo, Probolinggo, dan Jember.

  • Kebakaran TPA Supit Urang Malang berdampak sekitar 15,5 hektare; penanganan ketiga kejadian berlanjut tanpa korban jiwa, sementara penyebabnya masih diselidiki.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
15 Oktober 2026

Kebakaran hutan dilaporkan terjadi di Desa Tamankursi, Kecamatan Sumbermalang, Situbondo, di kawasan Gunung Argopuro.

16 Oktober 2026

Kebakaran terjadi di Gunung Ringgit, Desa Ledug, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, di kawasan Arjuno-Welirang.

21 Oktober 2026

Kebakaran terjadi di TPA Supit Urang, Kota Malang, dan berdampak pada area sekitar 15,5 hektare.

25 Oktober 2026

Luas kebakaran di Arjuno-Welirang dan Argopuro mencapai total 2.117,8 hektare. Area terbakar di Arjuno-Welirang mencapai 736,8 hektare, sedangkan Argopuro 1.381 hektare; kepulan asap masih terlihat di TPA Supit Urang.

saat ini

Radar Sipongi tidak lagi mendeteksi titik api di Arjuno-Welirang, tetapi titik api di Argopuro masih terpantau. BPBD Jatim melanjutkan pemantauan, koordinasi, dan penanganan di lokasi terdampak.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kebakaran hutan dan lahan di Arjuno-Welirang dan Argopuro membakar total 2.117,8 hektare. Kebakaran juga masih ditangani di TPA Supit Urang, Malang, dengan area terdampak sekitar 15,5 hektare.
  • Who?
    BPBD Jawa Timur, BPBD Pasuruan, BPBD Kota Malang, BBKSDA Argopuro, TNI, Polri, Perhutani, Manggala Agni, pemadam kebakaran, relawan, dan warga terlibat dalam pemantauan serta penanganan.
  • Where?
    Kebakaran terjadi di Arjuno-Welirang, Pasuruan; Gunung Argopuro yang mencakup Situbondo, Probolinggo, dan Jember; serta TPA Supit Urang di Kota Malang.
  • When?
    Kondisi dilaporkan hingga Minggu, 25 Oktober 2026 pukul 06.00 WIB. Kebakaran Arjuno-Welirang sejak 16 Oktober, Argopuro sejak 15 Oktober, dan TPA Supit Urang sejak 21 Oktober 2026.
  • Why?
    Penyebab kebakaran di Arjuno-Welirang, Argopuro, dan TPA Supit Urang hingga saat ini masih dalam penyelidikan.
  • How?
    Tim gabungan memantau titik api melalui radar Sipongi dan pos pemantauan, berkoordinasi antarlembaga, serta melakukan pembasahan. Di TPA Supit Urang, sampah terbakar diurai untuk menjangkau api di bagian dalam.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Hutan di Jawa Timur terbakar sampai 2.117 hektare. Api di Arjuno-Welirang sudah tidak terlihat, tapi di Gunung Argopuro masih ada api. Banyak petugas, tentara, polisi, dan warga melihat serta memadamkan api. Di tempat sampah Supit Urang Malang juga masih ada asap. Tidak ada orang yang meninggal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah luasnya area terdampak, tidak adanya korban jiwa menjadi catatan penting dari penanganan tiga kebakaran tersebut. Titik api di Arjuno-Welirang juga tidak lagi terpantau, sementara koordinasi BPBD, aparat, pengelola kawasan, relawan, dan warga terus memperkuat pemantauan serta pemadaman di lokasi yang masih membutuhkan perhatian.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jawa Timur (Jatim) melahap ribuan hektare kawasan hutan. Hingga Minggu (25/10/2026) pagi, luas area terbakar di kawasan Arjuno-Welirang, Pasuruan, dan Gunung Argopuro yang mencakup wilayah Situbondo, Probolinggo, serta Jember mencapai total 2.117,8 hektare. Meski titik api di Arjuno-Welirang tidak lagi terpantau melalui radar Sipongi, kebakaran di kawasan Argopuro masih menyisakan titik api.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jatim, Satriyo Nurseno menyampaikan bahwa berdasarkan laporan perkembangan kejadian per Minggu pukul 06.00 WIB, area terbakar di kawasan Arjuno-Welirang mencapai 736,8 hektare. Sementara itu, kebakaran di kawasan Argopuro tercatat meluas hingga 1.381 hektare.

"Di kawasan Arjuno-Welirang, kebakaran terjadi sejak Jumat (16/10/2026) di Gunung Ringgit, Desa Ledug, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Berdasarkan pemantauan radar Sipongi, saat ini tidak terpantau titik api di kawasan tersebut," ujarnya kepada IDN Times. Meski begitu, BPBD Jatim tetap melakukan pemantauan untuk mengantisipasi perkembangan kebakaran.

BPBD Kabupaten Pasuruan juga terus memantau kawasan Kaliandra dan Tretes. Pemantauan dilakukan bersama sejumlah unsur terkait, termasuk UPT Tahura R. Soerjo, Perhutani, BPBD Kabupaten Mojokerto, Manggala Agni, serta relawan dan masyarakat setempat.

Sementara itu, kondisi di kawasan Gunung Argopuro masih membutuhkan perhatian. Kebakaran yang dilaporkan sejak Kamis (15/10/2026) di Desa Tamankursi, Kecamatan Sumbermalang, Situbondo, masih menyisakan titik api berdasarkan pemantauan radar Sipongi.

"Area terdampak mencakup Desa Tamankursi di Situbondo, Desa Kalianan di Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, serta Kecamatan Panti, Kabupaten Jember. Vegetasi yang terbakar meliputi rumput, semak, dan cemara gunung," kata Satriyo.

BPBD Jatim terus berkoordinasi dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Argopuro. Tim gabungan juga memantau perkembangan titik api dari Pos Baderan dan Pos Bermi. Pemantauan dilakukan bersama unsur TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA), pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan warga.

Di luar kebakaran hutan, penanganan kebakaran juga masih berlangsung di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang, Kota Malang. Kebakaran yang terjadi sejak Rabu (21/10/2026) itu telah berdampak pada area sekitar 15,5 hektare.

"Hingga Minggu pagi, kepulan asap masih terlihat di lokasi. Tim gabungan akan melanjutkan pembasahan, sementara petugas menghadapi kendala karena api berada di bagian dalam tumpukan sampah. Untuk menjangkau titik api, petugas harus mengurai sampah yang masih terbakar," terangnya.

BPBD Jatim bersama BPBD Kota Malang, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Lingkungan Hidup, TNI, Polri, dan berbagai unsur pendukung lainnya terus berkoordinasi untuk melanjutkan pemadaman.

BPBD Jatim melaporkan, tidak ada korban jiwa yang tercatat dalam ketiga kejadian tersebut. Namun, penyebab kebakaran di kawasan Arjuno-Welirang, Argopuro, maupun TPA Supit Urang masih dalam penyelidikan.

"BPBD Jatim melanjutkan pemantauan dan koordinasi dengan instansi terkait untuk mengantisipasi perkembangan titik api serta memastikan upaya penanganan di masing-masing lokasi terus berjalan," pungkasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article