Surabaya, IDN Times - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jawa Timur (Jatim) melahap ribuan hektare kawasan hutan. Hingga Minggu (25/10/2026) pagi, luas area terbakar di kawasan Arjuno-Welirang, Pasuruan, dan Gunung Argopuro yang mencakup wilayah Situbondo, Probolinggo, serta Jember mencapai total 2.117,8 hektare. Meski titik api di Arjuno-Welirang tidak lagi terpantau melalui radar Sipongi, kebakaran di kawasan Argopuro masih menyisakan titik api.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jatim, Satriyo Nurseno menyampaikan bahwa berdasarkan laporan perkembangan kejadian per Minggu pukul 06.00 WIB, area terbakar di kawasan Arjuno-Welirang mencapai 736,8 hektare. Sementara itu, kebakaran di kawasan Argopuro tercatat meluas hingga 1.381 hektare.
"Di kawasan Arjuno-Welirang, kebakaran terjadi sejak Jumat (16/10/2026) di Gunung Ringgit, Desa Ledug, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Berdasarkan pemantauan radar Sipongi, saat ini tidak terpantau titik api di kawasan tersebut," ujarnya kepada IDN Times. Meski begitu, BPBD Jatim tetap melakukan pemantauan untuk mengantisipasi perkembangan kebakaran.
BPBD Kabupaten Pasuruan juga terus memantau kawasan Kaliandra dan Tretes. Pemantauan dilakukan bersama sejumlah unsur terkait, termasuk UPT Tahura R. Soerjo, Perhutani, BPBD Kabupaten Mojokerto, Manggala Agni, serta relawan dan masyarakat setempat.
Sementara itu, kondisi di kawasan Gunung Argopuro masih membutuhkan perhatian. Kebakaran yang dilaporkan sejak Kamis (15/10/2026) di Desa Tamankursi, Kecamatan Sumbermalang, Situbondo, masih menyisakan titik api berdasarkan pemantauan radar Sipongi.
"Area terdampak mencakup Desa Tamankursi di Situbondo, Desa Kalianan di Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, serta Kecamatan Panti, Kabupaten Jember. Vegetasi yang terbakar meliputi rumput, semak, dan cemara gunung," kata Satriyo.
BPBD Jatim terus berkoordinasi dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Argopuro. Tim gabungan juga memantau perkembangan titik api dari Pos Baderan dan Pos Bermi. Pemantauan dilakukan bersama unsur TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA), pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan warga.
Di luar kebakaran hutan, penanganan kebakaran juga masih berlangsung di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang, Kota Malang. Kebakaran yang terjadi sejak Rabu (21/10/2026) itu telah berdampak pada area sekitar 15,5 hektare.
"Hingga Minggu pagi, kepulan asap masih terlihat di lokasi. Tim gabungan akan melanjutkan pembasahan, sementara petugas menghadapi kendala karena api berada di bagian dalam tumpukan sampah. Untuk menjangkau titik api, petugas harus mengurai sampah yang masih terbakar," terangnya.
BPBD Jatim bersama BPBD Kota Malang, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Lingkungan Hidup, TNI, Polri, dan berbagai unsur pendukung lainnya terus berkoordinasi untuk melanjutkan pemadaman.
BPBD Jatim melaporkan, tidak ada korban jiwa yang tercatat dalam ketiga kejadian tersebut. Namun, penyebab kebakaran di kawasan Arjuno-Welirang, Argopuro, maupun TPA Supit Urang masih dalam penyelidikan.
"BPBD Jatim melanjutkan pemantauan dan koordinasi dengan instansi terkait untuk mengantisipasi perkembangan titik api serta memastikan upaya penanganan di masing-masing lokasi terus berjalan," pungkasnya.
