Jual Motor Hasil Begal, Anggota Gangster Surabaya Dibekuk

- Polisi menangkap penjual motor hasil begal, FFM alias AD (20), yang juga menyimpan senjata tajam milik kelompoknya.
- AD mengakui menjual motor curian seharga Rp 700 ribu dan menyimpan sembilan celurit dan dua busur panah di basecamp mereka.
- Enam remaja di bawah umur dari geng Gaman Mbois Surabaya ditangkap karena merampas motor dan menyerang pemuda untuk membuat konten viral.
Surabaya, IDN Times - Polisi menangkap FFM alias AD (20) penjual motor hasil begal yang dilakukan bersama sekelompok anggota gangster. AD menggondol motor milik korban usai teman-temannnya menyerang pemuda di Jalan Bulak Kali Tinjang Baru, Surabaya pada Sabtu (13/12/2025) malam.
"Tersangka ini yang menjual sepeda motor curian ke seseorang yang saat ini masih dalam penyelidikan kepolisian," ujar Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Iptu Suroto, Jumat (19/12/2025).
Suroto mengungkapkan, AD selain menjual sepeda motor curian milik korban, ia juga yang menyimpan senjata tajam (sajam) milik kelompoknya. "Tersangka ini menjual motor yang dirampas di Jalan Bulak dan menyimpan sajam yang digunakan saat kejadian," katanya.
Polisi menangkap AD saat itu berada di rumahnya. Saat kejadian, AD ikut menyerang kelompok pemuda di lokasi tersebut. Setelah itu, ia membawa motor curian dan menjualnya ke seseorang. Kemudian uang hasil penjualan dibagi.
Saat diinterogasi, AD mengakui jika ia juga menyimpan sajam milik kelompok gangster ini. Polisi menyita sembilan celurit dan dua busur panah dari basecamp mereka.
"Sajam tersebut disimpan di basecamp wilayah Sidotopo. Kami amankan semua sebagai barang bukti," tuturnya.
Sebelumnya, sekelompok remaja beraksi sambil merampas motor atau begal. Para pelaku itu menyerang sekelompok pemuda di Jalan Bulak Kali Tinjang Baru, Surabaya, Sabtu (13/12/2025) malam.
Setidaknya ada enam orang remaja di bawah umur yang telah ditangkap dalam aksi tersebut. Enam orang tersangka yang ditangkap ialah KNA (17), MDS (16), BW (16), EBS (15), MAA (16), AAS (17) warga Surabaya. Mereka tergabung dalam geng Gaman Mbois Surabaya.
Kejadian penyerangan dan begal yang dilakukan oleh sekelompok remaja ini sempat viral di medsos. Beberapa remaja membawa senjata tajam (sajam) berlari mengejar korban dan temannya yang sedang nongkrong.
Korban bersama temannya berlarian, salah satu tersangka mengambil motor korban. "Motor korban sudah dijual. Ia mengaku menjual ke temannya seharga Rp 700 ribu," kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Wahyu Hidayat, Rabu (16/12/2025).
Dari keterangan tersangka, mereka melakukan aksi ini untuk konten. Mereka awalnya berkeliling untuk membuat konten dan mencari musuh. Setelah itu, melintas di Jalan Kyai Tambak Deres, Surabaya. Saat itu, mereka melihat kelompok pemuda yang nongkrong di Jalan Bulak Kali Tinjang Baru, Surabaya.
Mengira jika itu lawannya, mereka yang awalnya sudah melintas memilih putar balik dan mengejar pemuda tersebut menggunakan sajam. Hal ini, membuat mereka ketakutan dan korban meninggalkan sepeda motornya.
Pelaku kemudian membawa lari sepeda motor korban dan selanjutnya menjualnya ke seseorang. "Pengakuannya sepeda motor dijual ke temannya AD yang saat ini kami tetapkan sebagai DPO," tuturnya.
Saat ini, Polres Pelabuhan Tanjung Perak melakukan penyelidikan terkait panadah dan melakukan pengembangan kasus ini



















