Jelang Ramadan, Harga Gula di Jatim di Atas HET

Surabaya, IDN Times - Gula pasir menjadi salah satu komoditas yang paling diburu di Bulan Ramadan. Nah, jelang Ramadan, harga gula di Jawa Timur (Jatim) rupanya mengalami kenaikan. Bahkan, harganya kini sudah di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
HET gula pasir sendiri ditetapkan pemerintah Rp12.500 per kilogram (kg). Tapi, harga rata-rata gula di Jatim Rp13.513 perkiogram berdasarkan data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo), Senin (22/3/2022). Harga rata-rata tertinggi Rp14.250 di Sampang, terendah Rp12.500 di Gresik.
1. Gula di Jatim disebut selalu surplus tiap tahun

Ketua Dewan Pembina, Asosiasi Petani Tebu Republik Indonesia (APTRI), Arum Sabil menyebut kalau stok gula di Jatim selalu surplus. Jatim memiliki lahan tanaman tebu seluas 210 ribu hektar dan mampu memproduksi gula 1,1 sampai 1,2 juta ton pertahun, sehingga mampu memenuhi kebutuhan gula untuk masyarakat Jatim.
“Sementara produksi gula nasional di tahun 2021 kurang lebih sekitar 2,2 juta ton. Kebutuhan di Jawa Timur rata-rata per tahun hanya sekitar 600 ribu ton sehingga kita surplus makanya gula di Jawa Timur untuk memenuhi daerah-daerah yang lain," ujarnya.
Sebagai informasi, produksi tebu di Jatim mencapai 14.767.763 ton dan menghasilkan gula sebesar 1.087.415 ton pada 2021. Jumlah produksi gula mencapai 46,25 persen dari keseluruhan produksi gula nasional. Jatim menjadi Provinsi penghasil gula tertinggi di Indonesia.
2. Petani tetap minta pemerintah jaga keseimbangan jelang Ramadan

Meski tertinggi, Arum berharap kepada pemerintah agar menjaga keseimbangan antara produksi gula dalam negeri dengan impor gula agar stoknya tetap aman selama bulan Ramadan. "Sebelum melakukan impor saya berharap kepada negara agar menghitung dulu berapa kebutuhan di dalam negeri," tegasnya.
"Kapan gula itu dimasukkan dan peruntukkannya untuk apa? Jadi biar jelas," dia melanjutkan.
3. Pemprov sebut pasokan aman hingga Mei, tapi sinkronisasi tetap harus dilakukan

Sementara itu, GubernurJatim Khofifah Indar Parawansa menyatakan, posisi pasokan gula di Jatim aman hingga awal Mei. Namun, menurutnya tetap harus dilakukan sinergi gula Indonesia. Diharapkan sinkronisasi bisa memberikan proteksi kepada petani tebu.
Perlindungan kepada petani tebu ini sangat diperlukan agar tidak terjadi penggilingan bahan mentah gula impor, ketika petani lokal sedang panen. "Itu harus dimanage dengan baik karena 95 persen yang petani dari masyarakat itu ya harus terproteksi," jelasnya.
Proteksi ini, bertujuan untuk menjaga pasokan gula di Jatim tetap aman, karena jangan sampai surplus pasokan ini dibawa keluar daerah. "PTPN bilang punya 60.000 ton, kebutuhan kita 37.500 ton. ya ini jangan dibawa keluar, ini adalah untuk persiapan masyarakat Jatim," tegasnya.



















