Pasuruan, IDN Times - Hujan deras yang mengguyur wilayah Gunung Bromo menyebabkan longsor terjadi di ruas jalan sekitar Bukit Kedaluh atau Bukit Kingkong yang ada di kawasan Gunung Bromo. Longsor ini menyebabkan sejumlah kendaraan terkubur material longsor.
Jalur Bukit Kedaluh Bromo Longsor Akibat Hujan Deras

1. BB TNBTS menyebut jika longsor ini menyebabkan 7 sepeda motor terkubur
Pranata Humas Balai Besar (BB) Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Endrip Wahyutama membenarkan jika pada pagi ini (25/2/2026) terjadi longsor di ruas jalan sekitar lokasi view point Bukit Kedaluh. Longsor ini terjadi sekitar pukul 05.30 WIB dengan perkiraan luas longsoran sekitar 15x10 meter.
"Peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa. Tapi sebanyak 7 sepeda motor pelaku jasa wisata dilaporkan tertimbun material longsor, dengan 2 di antaranya masih belum dapat dievakuasi hingga saat ini," terangnya.
2. BB TNBTS masih menunggu bantuan alat berat dari Pemprov Jatim
Endrip mengatakan jika saat ini petugas dari Resort Wilayah Gunung Penanjakan bersama pelaku jasa wisata dan masyarakat setempat telah berada di lokasi untuk melakukan pemantauan serta penanganan. Pembersihan material longsor berupa tanah dan kayu telah dilakukan dengan alat seadanya, tapi material longsor belum bisa dibersihkan sepenuhnya tanpa bantuan alat berat.
"Kita masih menunggu alat berat dari (Dinas) PU (Pekerja Umum) Provinsi Jawa Timur. Sekarang sedang dalam perjalanan menuju lokasi guna mempercepat proses evakuasi dan penanganan dampak longsor," jelasnya.
3. Wisatawan diminta lebih waspada saat memasuki kawasan Gunung Bromo
Lebih lanjut, Endrip mengingatkan masyarakat yang akan memasuki kawasan Bromo-Tengger-Semeru agar lebih waspada karena musim penghujan belum selesai. Dikhawatirkan masih akan ada bencana hidrometeorologi di kawasan Gunung Bromo.
"Kami mengimbau masyarakat yang akan mengunjungi kawasan Gunung Bromo agar selalu berhati-hati, apalagi musim hujan dan cuaca ekstrem belum berakhir. Mohon untuk lebih waspada saat berkendara karena potensi bencana hidrometeorologi bisa terjadi kapanpun," pungkasnya.