Surabaya, IDN Times - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya membeberkan menu makanan yang dimakan warga Sido Kapasan gang 10, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Simokerto, Surabaya sebelum mengalami keracunan. Meski begitu Dinkes belum bisa memastikan apa penyebab pasti keracunan terjadi.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya dr. Billy Daniel Messakh mengatakan, pihaknya belum sempat mendapat sampel makanan yang dimakan warga. Sebab makanan tersebut dimakan pada hari Selasa, sementara mereka mulai mengalami gejala keracunan pada Rabu (1/4/2026) hingga Sabtu (4/4/2026).
"Jadi karena sudah habis makanannya, kejadiannya kan sudah tanggal 31 Maret kemarin jadi enggak sempat dapat sampelnya," ujarnya, Minggu (5/4/2026)
Tetapi, berdasarkan keterangan korban, mereka mengalami gejala keracunan usai makan nasi berkat dengan menu nasi, tumis buncis, ayam bumbu merah, mie bihun goreng dan acar. Diduga, dalam proses pengemasan makanan, mereka tidak menggunakan alat pelindung diri.
"Dari proses pemorsian itu ada tiga orang. Nah itu dikemas di bentuk wadah kardus. Jadi, yang menjamah makanan itu petugasnya itu tidak menggunakan pelindung diri," tutur dia.
Gejala yang dialami yakni mual, muntah, diare dan badan lemas. Dari 21 orang yang keracunan, empat di antaranya dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani rawat inap.
Hingga kini, Minggu (5/4/2026) masih ada tiga orang yang menjalani perawatan di rumah sakit. Ketiganya dipastikan dalam kondisi stabil.
"Yang ditangani di rumah sakit ada tiga orang, dua di RS Soewandhie dan satu ke RS Al Irsyad. Kondisinya stabil semua," ungkap dia.
Diberitakan sebelumnya puluhan warga di Jalan Sido Kapasan Gang 10, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Simokerto, Surabaya keracunan diduga usai menyantap makanan tahlilan peringatan 7 hari orang meninggal.
Ketua RT 1 RW 7, Kelurahan Sidodadi, Arif mengatakan, dia baru mengetahui insiden keracunan itu pada Jumat (3/4/2026). Ia mendapat laporan bahwa sejumlah warga mengalami lemas.
"Hari selasa malam ada (selamatan) orang meninggal, lah rabu pagi ada beberapa orang yang (keracunan)," jelasnya.
Warga yang mengalami keracunan terus bertambah hingga Sabtu (4/4/2026) pagi. Jumlahnya pun mencapai 26 orang. "Awal yang saya tahu 2-3 orang. Pas hari Jumat bahwa ada 20 orang. ," ungkap dia.
Arif menyebut, warga yang keracunan adalah mereka yang makan nasi berkatan atau nasi kotak yang dibawa pulang. Sementara warga yang makan di tempat selametan tak mengalami apa-apa.
"Ada yang bapak-bapak ada ibu-ibu, ada anak kecil juga karena makan berkat yang dibawa," tuturnya.
